BHIT Jual 659 Juta Saham IATA, Kantongi Dana Rp63 Miliar
MNC Asia Holding Tbk (BHIT) melepas 659,25 juta saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melalui tiga transaksi pada Januari hingga Maret 2026. Penjualan pada kisaran harga Rp80–Rp109 per saham itu menghasilkan dana sekitar Rp63,18 miliar dan menurunkan kepemilikan BHIT di IATA menjadi 10,97 persen.
Lonjakan jumlah investor dan struktur kepemilikan saham KPIG (Foto:MNC)
MNC Asia Holding Tbk (BHIT) melakukan divestasi sebagian kepemilikan saham di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA). Transaksi tersebut dilakukan dengan melepas 659,25 juta lembar saham melalui tiga tahap penjualan pada 27–28 Januari 2026 dan 3 Maret 2026.
Aksi pelepasan saham emiten milik Hary Tanoesoedibjo itu berlangsung pada kisaran harga Rp80 hingga Rp109 per saham. Dari rangkaian transaksi tersebut, BHIT mengantongi dana sekitar Rp63,18 miliar.
Rincian transaksi menunjukkan bahwa pada 27 Januari 2026 BHIT menjual 100 juta saham IATA dengan harga Rp109 per lembar atau senilai Rp10,9 miliar. Sehari kemudian, tepatnya 28 Januari 2026, perseroan kembali melepas 359.250.000 saham pada harga Rp101 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp36,28 miliar.
Tahap terakhir transaksi dilakukan pada 3 Maret 2026 dengan penjualan 200 juta saham IATA pada harga Rp80 per lembar senilai Rp16 miliar. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan MNC Asia atas saham MNC Energy tersisa 3,43 miliar lembar atau setara 10,97 persen.
Porsi tersebut mengalami dilusi sekitar 5,68 persen dibanding posisi sebelum transaksi yang mencapai 5,2 miliar saham atau setara 16,65 persen kepemilikan.
Saham BHIT ditutup melemah 2 poin atau 5,56 persen ke level Rp34 pada perdagangan kemarin. Sejak awal tahun, harga saham perusahaan tercatat turun 5 poin atau sekitar 12,82 persen dari posisi Rp39 pada 2 Januari 2026.


