IATA Gandeng Anak Usaha UNTR, Kontrak Jasa Tambang Batu Bara Rp5 Triliun
PT MNC Energy Investment Tbk (IATA) menjalin kerja sama jasa pertambangan batu bara dengan PT Kalimantan Prima Persada, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR). Kontrak senilai Rp5 triliun ini berdurasi lima tahun dan ditargetkan mendukung peningkatan produksi batu bara IATA.
NINE menyiapkan injeksi aset tambang Mongolia untuk penguatan bisnis pertambangan(Foto: iNews Media Group)
PT MNC Energy Investment Tbk (IATA) melalui anak usahanya, PT Arthaco Prima Energy (APE), resmi menjalin kerja sama jasa pertambangan batu bara dengan PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING), anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan bagian dari Astra Group.
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut berlangsung di iNews Tower, Jakarta, dan dihadiri oleh Direktur Utama IATA Suryo Eko Hadianto, Direktur IATA Leader DS Daeli, Presiden Direktur KPP MINING Wahyu Widaryanto, serta Direktur KPP MINING Tutut Rahendr
Perjanjian tersebut mencakup jasa pertambangan batu bara dan kegiatan pengupasan lapisan penutup (burden removal), di mana KPP MINING ditunjuk sebagai kontraktor jasa pertambangan di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) APE yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kerja sama ini memiliki jangka waktu lima tahun sejak Januari 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp5 triliun. Selama periode tersebut, produksi batu bara ditargetkan mencapai 33,6 juta metrik ton (MT), dengan target produksi pada tahun pertama sebesar 3 juta MT, serta total volume material yang dikupas selama masa kerja sama mencapai 140,9 juta bank cubic meter (BCM).
Direktur Utama IATA Suryo Eko Hadianto menyatakan bahwa kerja sama tersebut menjadi wujud upaya perseroan dalam memperkuat operasional, meningkatkan efektivitas dan efisiensi, serta memaksimalkan skala produksi batu bara melalui IUP Arthaco Prima Energy yang telah memasuki fase produksi komersial.
Ia menambahkan, kolaborasi strategis dengan pelaku industri pertambangan terkemuka diyakini dapat mendorong kinerja operasional IATA agar semakin optimal, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah. Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi pada Selasa (23/12/2025).
Presiden Direktur KPP MINING Wahyu Widaryanto menyampaikan bahwa perseroan berkomitmen menyediakan layanan jasa pertambangan yang andal dan terintegrasi. Menurutnya, kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam memperluas portofolio proyek sekaligus mengoptimalkan kapabilitas operasional KPP MINING.
Ia menegaskan, perusahaan terus menjunjung keunggulan operasional melalui penerapan standar keselamatan yang tinggi, praktik pertambangan berkelanjutan, serta pengembangan kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.


