Bursa Asia Berguguran, Kospi dan Nikkei Ambles Saat Konflik Timur Tengah Memanas
Pasar saham Asia melemah tajam pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026, dengan Kospi dan Nikkei mencatat penurunan besar di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Eskalasi terbaru melibatkan serangan rudal Houthi ke Israel dan mendorong harga minyak naik. Tekanan pasar juga datang dari pelemahan Wall Street pada akhir pekan sebelumnya.
Ilustrasi pergerakan bursa Asia saat Kospi dan Nikkei melemah di tengah eskalasi konflik Timur Tengah
Emitenhub.com - Tekanan geopolitik di Timur Tengah mendorong pelemahan tajam pasar saham Asia pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026, dengan Korea Selatan menjadi salah satu yang mencatat penurunan paling dalam. Kondisi ini menempatkan sentimen risiko kembali menjadi perhatian pelaku pasar.
Indeks acuan Kospi jatuh lebih dari 5 persen, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 3,97 persen. Di Jepang, Nikkei 225 melemah 3,97 persen dan Topix terkoreksi 3,9 persen.
Pasar Australia juga bergerak di zona merah. Indeks S&P/ASX 200 tercatat turun 1,46 persen.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.630. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 24.951,88.
Kelompok Houthi di Yaman memperluas keterlibatan dalam konflik Timur Tengah setelah pada Sabtu menyatakan telah meluncurkan rudal ke Israel. Perkembangan ini menandai babak baru dalam eskalasi konflik yang turut melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Melalui pernyataan di platform X, juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan kelompok itu menembakkan sejumlah rudal balistik ke target yang disebut sebagai fasilitas militer sensitif di Israel. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap Iran dan Hizbullah di Lebanon.
Serangan ini mempertegas peningkatan tensi sejak serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke target Iran pada 28 Februari.
Harga minyak langsung bergerak naik pada awal perdagangan Asia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate menguat 2,58 persen ke level USD102,19 per barel.
Kode | Indeks | Nama | Level | Perubahan | Persentase |
|---|---|---|---|---|---|
.AXJO | S&P/ASX 200 | ASX 200 | 8.408,30 | -108,00 | -1,27 persen |
.HSI | Hang Seng Index | HSI | 24.951,88 | UNCH | UNCH |
.KS11 | KOSPI Index | KOSPI | 5.240,36 | -198,51 | -3,65 persen |
.N225 | Nikkei 225 Index | NIKKEI | 50.860,48 | -2.512,59 | -4,71 persen |
.NSEI | NIFTY 50 | NIFTY 50 | 22.819,60 | UNCH | UNCH |
.SSEC | Shanghai | SHANGHAI | 3.913,724 | UNCH | UNCH |
Secara indeks, S&P/ASX 200 berada di level 8.396,90 atau turun 119,40 poin setara 1,40 persen. Indeks Kospi tercatat di 5.220,90 setelah melemah 217,97 poin atau 4,01 persen. Nikkei 225 berada di 50.868,62 dengan penurunan 2.504,45 poin atau 4,69 persen.
Hang Seng, Nifty 50 India, dan Shanghai Composite relatif tidak mengalami perubahan.
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka Dow Jones turun 253 poin atau 0,6 persen. Futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing melemah 0,5 persen.
Tekanan jual di Wall Street belum mereda pada perdagangan Jumat sebelumnya, dengan indeks Dow Jones Industrial Average masuk ke area koreksi setelah turun tajam. Indeks yang berisi 30 saham itu kehilangan 793,47 poin atau 1,73 persen ke level 45.166,64.
Indeks S&P 500 melemah 1,67 persen dan ditutup di 6.368,85, level terendah dalam tujuh bulan. Nasdaq Composite juga bergerak turun 2,15 persen ke posisi 20.948,36.
Dalam sepekan, tekanan pasar masih terlihat. S&P 500 mencatat penurunan selama lima pekan berturut-turut dengan koreksi 2,1 persen, sementara Nasdaq turun 3,2 persen dan Dow Jones melemah 0,9 persen sepanjang periode yang sama.


