UNTR

Pemangkasan produksi batu bara 2026 dan dampaknya ke saham emiten jasa pertambangan
Saham

3 bulan yang lalu

Emiten Jasa Pertambangan Tertekan, Siapa yang Masih Punya Daya Tahan?

Pemangkasan kuota produksi batu bara dan nikel pada 2026 menekan aktivitas emiten jasa pertambangan, terutama melalui penyesuaian volume kerja dan margin. Meski begitu, emiten dengan kontrak jangka panjang, backlog kuat, dan basis pelanggan terdiversifikasi dinilai relatif lebih tahan dan masih layak dipilih secara selektif oleh investor.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Harga batu bara global melemah setelah sentimen geopolitik Timur Tengah mereda
Saham

3 bulan yang lalu

Target Produksi Batu Bara Dipangkas, Kontraktor Tambang Tertekan, AADI Masih Diunggulkan

Pemerintah berencana memangkas target produksi batu bara nasional pada 2026, memicu tekanan bagi industri tambang, khususnya segmen kontraktor. Di tengah risiko penurunan volume dan laba, sejumlah emiten besar masih dinilai mampu bertahan, dengan AADI tetap direkomendasikan beli oleh Sucor Sekuritas.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
UNTR akuisisi tambang emas Doup dari PSAB senilai Rp8,85 triliun
Saham

3 bulan yang lalu

UNTR Akuisisi Tambang Emas Doup dari PSAB Rp8,85 Triliun, Dana Dipakai Kurangi Utang

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melepas tambang emas Doup kepada PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai USD540 juta atau sekitar Rp8,85 triliun. Dana transaksi akan digunakan untuk memperkuat likuiditas, mengurangi pinjaman, serta mendukung pengembangan aset tambang lain. UNTR kini menguasai 99,99% saham PT Arafura Surya Alam.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel UNTR