Saham

Kinerja UNTR Membaik, Ini Prospek dan Tantangan United Tractors ke Depan

PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatat perbaikan kinerja di berbagai lini bisnis, mulai dari alat berat, batu bara, hingga nikel dan emas. Meski dihadapkan pada tantangan operasional dan persaingan, prospek jangka menengah UNTR tetap didukung oleh ekspansi dan pemulihan anak usaha.

6 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja UNTR dan prospek PT United Tractors Tbk di sektor alat berat dan tambang

Kantor pusat United Tractors Tbk UNTR emiten alat berat (Foto:UNTR)

Emitenhub.com - Emiten Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR), mencatatkan perbaikan kinerja penjualan di seluruh lini bisnis hingga November 2025. Di tengah capaian tersebut, kinerja United Tractors ke depan diperkirakan akan dihadapkan pada kombinasi peluang dan tantangan yang perlu dicermati investor.

Berdasarkan laporan bulanan perseroan hingga November 2025, volume penjualan alat berat merek Komatsu mencapai 4.305 unit. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebanyak 4.167 unit, sehingga mencerminkan pertumbuhan penjualan sebesar 3,31% secara tahunan.

Total penjualan tersebut berasal dari distribusi penjualan bulanan yang relatif bervariasi. Pada Januari tercatat penjualan 536 unit, Februari 435 unit, Maret 414 unit, April 501 unit, dan Mei 463 unit. Selanjutnya, penjualan mencapai 379 unit pada Juni, 370 unit pada Juli, 310 unit pada Agustus 2025, 245 unit pada September, 346 unit pada Oktober, serta 306 unit pada November 2025.

Penjualan alat berat Komatsu milik PT United Tractors Tbk. (UNTR) sepanjang tahun berjalan hingga November 2025 didominasi oleh konsumen dari sektor pertambangan dengan kontribusi sebesar 61%. Sementara itu, sektor kehutanan menyumbang 11%, diikuti sektor konstruksi sebesar 14%, serta sektor agro yang juga berkontribusi 14%.

Dari sisi pangsa pasar, Komatsu mencatatkan market share sebesar 21% sepanjang periode Januari 2025 hingga November 2025. Sebagai bagian dari strategi bisnisnya, pada tahun 2025 UNTR menetapkan target penjualan alat berat sebanyak 4.600 unit.

Di segmen batu bara, UNTR melalui entitas anaknya, Pamapersada Nusantara, mencatatkan kinerja operasional yang solid. Produksi batu bara klien tercapai sebesar 136,2 juta ton, dengan realisasi pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal) mencapai 1,02 miliar bank cubic meter (bcm).

Untuk entitas Tuah Turangga Agung (TTA), penjualan batu bara termal tercatat mencapai 7,32 juta ton, sementara penjualan batu bara metalurgi sebesar 3,55 juta ton. Dengan demikian, total penjualan batu bara TTA mencapai 10,87 juta ton hingga November 2025.

Sebelumnya, PT United Tractors Tbk. (UNTR) menetapkan target produksi dan penjualan batu bara sebesar 14,6 juta ton pada 2025. Target tersebut sejalan dengan mulai membaiknya kondisi logistik yang sempat menjadi kendala dan memengaruhi kinerja perseroan.

Sekretaris Perusahaan UNTR, Ari Setiyawan, menjelaskan bahwa realisasi produksi batu bara 2025 diperkirakan akan berada pada kisaran 14,5–14,6 juta ton. Proyeksi tersebut sudah mencakup kontribusi dari aktivitas perdagangan batu bara pihak ketiga dan dinilai tetap sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun sejak awal tahun.

Ari menegaskan bahwa target produksi batu bara berada di kisaran 14,6 juta ton dan diproyeksikan dapat tercapai sesuai rencana. Proyeksi tersebut didukung oleh perencanaan penjualan yang telah disusun dan dijalankan secara konsisten.

Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa hambatan logistik menjadi tantangan utama UNTR dalam beberapa periode terakhir. Kondisi curah hujan yang rendah menyebabkan permukaan air sungai berada di bawah normal, sehingga aktivitas pengangkutan batu bara mengalami gangguan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, UNTR tengah menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur pendukung. Pembangunan New Port, Jetty, Washing Plant, hingga Intermediate Stockpile diharapkan dapat rampung secara bertahap mulai 2025 hingga semester I/2026, sehingga memperkuat kelancaran distribusi dan efisiensi operasional ke depan.

Seiring beroperasinya seluruh fasilitas pendukung, produksi batu bara dari entitas anak Tuah Turangga Agung (TTA) diproyeksikan meningkat menjadi 15 juta ton. Di luar itu, kontribusi dari bisnis perdagangan batu bara berpotensi mendorong total volume penjualan hingga sekitar 18,8 juta ton.

Dari segmen emas, UNTR melalui Agincourt Resources dan Sumbawa Jutaraya mencatatkan penjualan emas sebesar 215.000 ons hingga November 2025. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama sebelumnya yang tercatat sebesar 210.000 ons.

Sementara itu, pada segmen nikel melalui Stargate, UNTR membukukan total penjualan sebesar 2,04 juta wet metric ton (wmt). Volume tersebut terdiri atas penjualan limonite sebesar 1,35 juta wmt dan saprolite sebesar 690 wmt.

Tantangan Kinerja UNTR di Tahun 2026

Tim Riset RHB Sekuritas menilai kinerja operasional PT United Tractors Tbk. (UNTR) secara keseluruhan masih berada di jalur yang sesuai dengan rencana. Penjualan alat berat dinilai terus mencerminkan permintaan yang relatif sehat, sementara aktivitas kontraktor tambang menunjukkan volume yang stabil dan sejalan dengan ekspektasi.

Meski demikian, RHB Sekuritas mencermati adanya peningkatan risiko pada periode akhir tahun. Faktor cuaca buruk berpotensi mengganggu aktivitas penambangan, sementara tingkat persaingan di bisnis kontraktor tambang batu bara semakin ketat. Para pesaing dinilai kian agresif dalam upaya merebut sebagian pangsa pasar anak usaha UNTR, Pamapersada Nusantara (PAMA).

Di sisi lain, RHB Sekuritas juga menyoroti bencana banjir sebagai sumber ketidakpastian tambahan bagi UNTR. Banjir bandang dan longsor parah di Sumatra Utara mendorong penghentian sementara aktivitas penambangan di operasi Martabe, seiring dengan pengalihan sumber daya perusahaan untuk mendukung bantuan darurat serta proses pemulihan pascabencana.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa longsor terjadi jauh dari area tambang. Meski demikian, baik kementerian maupun UNTR belum menyampaikan kejelasan mengenai durasi penghentian sementara yang dimulai pada 6 Desember. RHB Sekuritas menilai Agincourt Resources telah melakukan penyesuaian operasional, namun dampak penuh terhadap produksi bijih masih belum diungkapkan.

RHB Sekuritas juga menilai penguatan signifikan saham UNTR perlu dicermati dengan lebih berhati-hati. Dalam kondisi tersebut, investor dinilai memiliki ruang untuk merealisasikan keuntungan seiring kenaikan harga saham. Di sisi fundamental, berbagai inisiatif manajemen seperti ekspansi aset tambang secara berkelanjutan, kebijakan dividen yang konsisten, serta penambahan anak usaha yang berfokus pada nikel dinilai tetap mendukung valuasi UNTR pada level yang relatif wajar.

Namun setelah reli yang kuat, RHB Sekuritas memandang investor dapat mempertimbangkan untuk mengamankan keuntungan yang belum terealisasi. Sikap ini dinilai relevan sambil menunggu sinyal yang lebih konstruktif, khususnya terkait perbaikan efisiensi margin di tengah meningkatnya sentimen negatif yang beredar.

RHB Sekuritas tetap meyakini komitmen PT United Tractors Tbk. (UNTR) dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik. Dengan pertimbangan tersebut, saham UNTR dinilai lebih menarik sebagai peluang masuk kembali pada level harga yang lebih optimal.

Sejalan dengan pandangan tersebut, RHB Sekuritas memberikan rekomendasi take profit dengan target harga Rp29.000 per saham, disesuaikan dari sebelumnya Rp30.900 per saham.

Di sisi lain, Analis Sucor Sekuritas, Yoga Ahmad Gifari, memperkirakan pemulihan kinerja anak usaha UNTR, Nickel Industries Limited (NIC), akan menjadi salah satu pendorong momentum pertumbuhan UNTR pada 2026.

Sucor Sekuritas memproyeksikan NIC akan berbalik dari estimasi rugi sebesar Rp550 miliar pada 2025 menjadi laba sekitar Rp586 miliar pada 2026. Pemulihan tersebut diperkirakan ditopang oleh dimulainya produksi di Excelsior Nickel Project (ENC) berbasis teknologi high pressure acid leaching (HPAL), dengan target produksi nikel sebesar 72 koz pada semester I/2026.

Menurut Sucor Sekuritas, konsensus memperkirakan laba bersih Nickel Industries Limited (NIC) meningkat signifikan hingga mencapai US$183 juta. Capaian tersebut diproyeksikan memberikan kontribusi yang solid terhadap laba bersih PT United Tractors Tbk. (UNTR).

Berdasarkan proyeksi tersebut, Sucor Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham UNTR dengan target harga Rp39.500 per saham. Analis Sucor Sekuritas, Yoga Ahmad Gifari, menilai UNTR masih berada pada valuasi yang undervalued dan menjadi salah satu emiten dengan fundamental paling menarik dalam cakupan riset Sucor Sekuritas.

Iklan