UNTR Akuisisi Tambang Emas Doup dari PSAB Rp8,85 Triliun, Dana Dipakai Kurangi Utang
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melepas tambang emas Doup kepada PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai USD540 juta atau sekitar Rp8,85 triliun. Dana transaksi akan digunakan untuk memperkuat likuiditas, mengurangi pinjaman, serta mendukung pengembangan aset tambang lain. UNTR kini menguasai 99,99% saham PT Arafura Surya Alam.
UNTR akuisisi tambang emas Doup dari PSAB senilai Rp8,85 triliun (Foto:UNTR)
Emitenhub - Aksi korporasi di sektor tambang emas kembali bergulir setelah PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) merampungkan transaksi pengalihan kepemilikan tambang emas Doup milik PT Arafura Surya Alam (ASA). Transaksi ini menandai perpindahan kendali aset strategis tersebut ke grup UNTR.
Tambang Doup dialihkan melalui anak usaha UNTR, PT Danusa Tambang Nusantara, yang membeli seluruh kepemilikan dari PT J Resources Nusantara (JRN), entitas anak PSAB. Nilai transaksi mencapai USD540 juta atau setara sekitar Rp8,85 triliun dengan acuan kurs JISDOR Rp16.391 per dolar AS.
Manajemen PSAB menyampaikan bahwa JRN telah menyelesaikan penjualan seluruh saham kepada PT Danusa Tambang Nusantara pada 11 Februari 2026, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi, Kamis (12/2/2026).
Dengan rampungnya transaksi tersebut, UNTR melalui entitas anaknya menguasai 99,99% saham PT Arafura Surya Alam atau setara 2.331.139 saham, sehingga kepemilikan atas tambang emas Doup resmi berpindah tangan.
Manajemen PSAB menjelaskan bahwa keputusan melepas saham ASA dilatarbelakangi kebutuhan pendanaan proyek Doup di Kotabunan, Sulawesi Utara, yang masih berada pada tahap konstruksi dan memerlukan investasi signifikan hingga selesai.
Pada saat yang sama, perseroan masih menanggung pinjaman dalam jumlah besar. Kombinasi kebutuhan belanja modal yang tinggi dan beban utang tersebut mendorong PSAB memilih penjualan saham ASA sebagai langkah strategis.
Hasil pelepasan saham tersebut akan diarahkan untuk memperkuat likuiditas, menekan beban pinjaman, serta menunjang kebutuhan modal kerja dan pengembangan tambang emas lain yang masih berada dalam portofolio perseroan. Fokus penggunaan dana ini menjadi bagian dari penataan struktur keuangan perusahaan.
Manajemen menyatakan bahwa setelah transaksi ini, perseroan akan melanjutkan pengembangan aset tambang emas lainnya yang dimiliki, sekaligus tetap terbuka terhadap peluang usaha baru.


