Saham

PSAB–UNTR Tunda Penyelesaian Akuisisi Tambang Emas Doup hingga Maret 2026

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) menyepakati perpanjangan tenggat penyelesaian akuisisi tambang emas Doup hingga 23 Maret 2026. Di tengah proses transaksi, PSAB tetap optimistis membukukan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA yang solid sepanjang 2025.

2 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Tambang emas Doup Sulawesi Utara dan rencana akuisisi PSAB UNTR

Tambang emas Doup Sulawesi Utara dan rencana akuisisi PSAB UNTR

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) telah setuju untuk memperpanjang tenggat waktu. Ini untuk menyelesaikan transaksi pengalihan 100 persen saham PT Arafura Surya Alam. Perusahaan ini adalah pemilik dan pengelola izin usaha pertambangan emas Doup di Sulawesi Utara.

Batas akhir penyelesaian transaksi yang semula ditetapkan pada 23 Desember 2025 diundur menjadi 23 Maret 2026.

Manajemen PSAB menjelaskan bahwa perpanjangan tenggat dilakukan karena pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan (conditions precedent) atas transaksi tersebut masih berlangsung.

“Para pihak sepakat untuk memperpanjang tenggat waktu penyelesaian transaksi selama tiga bulan hingga 23 Maret 2026,” tulis manajemen PSAB dalam keterbukaan informasi, Rabu (24/12/2025).

Sebelumnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak perusahaannya, PT Danusa Tambang Nusantara, telah menandatangani perjanjian. Perjanjian ini adalah untuk mengambil alih PT Arafura Surya Alam dari PT J Resources Nusantara, yang merupakan anak usaha PSAB.

Dalam transaksi tersebut, nilai perusahaan (enterprise value) PT Arafura Surya Alam disepakati sebesar USD540 juta.

Di sisi kinerja, PSAB tetap optimistis menutup 2025 dengan pertumbuhan yang solid. Perseroan menargetkan pendapatan sebesar USD286,4 juta sepanjang 2025.

Hingga kuartal III, PSAB telah membukukan pendapatan sebesar USD221,6 juta atau tumbuh sekitar 21 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Sejalan dengan itu, perseroan membidik perolehan EBITDA di kisaran USD137–USD138 juta sepanjang 2025. Target tersebut ditopang kinerja operasional yang stabil serta kontribusi dari aset-aset tambang emas yang dimiliki.

Iklan