Danantara Kuasai 90% Saham WIKA, Free Float Emiten Konstruksi Ini di Bawah 10%
Struktur kepemilikan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berubah setelah PT Danantara Asset Management menguasai lebih dari 90% saham perseroan. Kondisi ini membuat porsi saham publik atau free float WIKA berada di bawah 10%.
Kinerja WIKA 2025 didorong kontrak baru Rp17,46 triliun dan perbaikan struktur modal di tengah restrukturisasi
Emitenhub.com - Perubahan signifikan terjadi pada struktur kepemilikan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Hingga akhir Januari 2026, mayoritas saham emiten konstruksi pelat merah tersebut berada di tangan PT Danantara Asset Management (Persero).
Data laporan bulanan kepemilikan saham yang dirilis Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom pada Sabtu (7/3/2026) menunjukkan Danantara menguasai 35,92 miliar saham WIKA. Jumlah tersebut setara dengan 90,108% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Kepemilikan tersebut berasal dari total saham beredar WIKA sebanyak 39,87 miliar saham. Sisa kepemilikan sekitar 9,892% atau sekitar 3,94 miliar saham berada di tangan pemegang saham lainnya.
Komposisi tersebut menegaskan dominasi pemegang saham utama dalam struktur kepemilikan WIKA. Kondisi ini juga memengaruhi porsi saham yang beredar di publik atau free float.
Porsi Saham Publik WIKA di Bawah 10%
Data kepemilikan saham menunjukkan porsi saham publik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berada di bawah ambang 10%. Free float perseroan tercatat sebesar 3,57 miliar saham atau sekitar 8,962% dari total saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Free float tersebut merupakan saham yang dimiliki investor dengan kepemilikan di bawah 5%. Saham tersebut juga tidak dimiliki oleh pengendali, afiliasi pengendali, maupun anggota direksi dan dewan komisaris.
Sebagian besar saham publik tercatat dalam bentuk scripless atau tanpa warkat sebanyak 3,57 miliar saham. Sementara saham publik dalam bentuk warkat hanya sekitar 2,96 juta saham atau setara 0,007%.
Perseroan juga mencatat kepemilikan saham treasury sebanyak 1,1 juta saham. Jumlah tersebut setara sekitar 0,003% dari total saham beredar.
Secara keseluruhan, jumlah saham WIKA yang tercatat di Bursa Efek Indonesia per akhir Januari 2026 mencapai 39,87 miliar saham.
Struktur Investor Didominasi Investor Domestik
Struktur kepemilikan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga menunjukkan dominasi investor domestik berdasarkan klasifikasi pemegang saham.
Kelompok perseroan terbatas dalam negeri menguasai sekitar 36,16 miliar saham atau setara 90,687% dari total saham. Investor perorangan Indonesia tercatat memegang sekitar 2,11 miliar saham atau sekitar 5,30%.
Selain itu, sejumlah institusi domestik lainnya juga memiliki saham WIKA. Dana pensiun tercatat memegang sekitar 605,38 juta saham atau 1,518%, perusahaan asuransi sekitar 55,73 juta saham atau 0,139%, serta lembaga pemerintah sekitar 362,91 juta saham atau 0,910%.
Kepemilikan investor asing relatif lebih kecil. Investor perorangan asing tercatat memegang sekitar 13,49 juta saham atau 0,033%, sementara badan usaha asing menguasai sekitar 546,60 juta saham atau 1,370%.
Secara total, kepemilikan investor asing mencapai sekitar 560,10 juta saham atau setara 1,404% dari keseluruhan saham WIKA.
Direksi WIKA Memiliki Porsi Saham Terbatas
Sebagian kecil saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga dimiliki oleh jajaran direksi perusahaan. Namun porsinya relatif terbatas dibandingkan dengan total saham beredar.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito tercatat memiliki 1,43 juta saham atau sekitar 0,0036%. Direktur Operasi Hananto Aji memiliki sekitar 1,26 juta saham atau setara 0,0031%.
Direktur Keuangan Sumadi tercatat memegang sekitar 850 ribu saham. Sementara Direktur Manajemen SDM dan Transformasi Hadjar Seti Adji memiliki sekitar 510 ribu saham.
Tidak ada anggota dewan komisaris yang tercatat memiliki saham perseroan.
Secara keseluruhan, kepemilikan saham oleh jajaran direksi dan komisaris WIKA mencapai sekitar 4,06 juta saham atau sekitar 0,010% dari total saham beredar.
Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Pengendali
Selain PT Danantara Asset Management (Persero) sebagai pemegang saham mayoritas, terdapat pula kepemilikan saham oleh lembaga pemerintah.
Laporan bulanan menunjukkan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia memegang sekitar 362,91 juta saham. Porsi tersebut setara 0,910% dari total saham WIKA.
Komposisi ini menunjukkan struktur kepemilikan saham WIKA sangat terkonsentrasi pada satu pemegang saham utama. Sementara porsi saham publik relatif terbatas dan berada di bawah 10%.
Struktur tersebut menegaskan dominasi pemegang saham pengendali dalam menentukan arah kebijakan dan strategi bisnis perseroan.


