Saham

WIKA Kantongi Kontrak Rp17,46 Triliun, Restrukturisasi Mulai Angkat Kinerja 2025

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan kontrak baru Rp17,46 triliun sepanjang 2025 yang mendorong total kontrak berjalan menjadi Rp50,52 triliun. Di tengah proses restrukturisasi, perseroan juga mencatat perbaikan margin, EBITDA positif, serta penurunan utang dan piutang.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja WIKA 2025 didorong kontrak baru Rp17,46 triliun dan perbaikan struktur modal di tengah restrukturisasi

Kinerja WIKA 2025 didorong kontrak baru Rp17,46 triliun dan perbaikan struktur modal di tengah restrukturisasi

Emitenhub.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat proses transformasi bisnis dan pemulihan finansial sepanjang 2025. Pencapaian ini didukung oleh perolehan kontrak baru senilai Rp17,46 triliun yang mendorong total kontrak berjalan menjadi Rp50,52 triliun.

Dari akumulasi kontrak tersebut, WIKA membukukan penjualan sebesar Rp20,45 triliun. Rinciannya, Rp13,33 triliun berasal dari proyek non-KSO dan Rp7,12 triliun dari proyek KSO, yang kemudian menghasilkan laba kotor sebesar Rp1,13 triliun.

WIKA menegaskan fokus perbaikan kinerja pada penguatan operasional dan struktur modal perseroan. Arah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan yang dijalankan secara konsisten di tengah proses transformasi bisnis perusahaan.

Corporate Secretary WIKA Ngatemin menyatakan peningkatan kinerja operasi serta perbaikan struktur permodalan terus dilakukan melalui delapan stream penyehatan. Menurut dia, langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk menjaga keunggulan dan keberlangsungan perseroan, sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).

Perbaikan kinerja juga tercermin pada Gross Profit Margin (GPM) yang naik dari 7,9 persen pada 2024 menjadi 8,5 persen pada 2025. Kenaikan margin ini terutama ditopang oleh sektor infrastruktur, gedung, serta lini bisnis Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).

Efektivitas operasional turut terlihat dari EBITDA operasi yang membukukan nilai positif sebesar Rp426,52 miliar. Capaian ini menunjukkan kinerja operasional WIKA masih terjaga di tengah fase restrukturisasi.

Dari sisi pembiayaan, WIKA mencatat kemajuan dalam perbaikan struktur modal melalui penurunan utang usaha sebesar Rp1,79 triliun dan utang berbunga Rp2,08 triliun. Secara tahunan, masing-masing pos tersebut turun 29,5 persen dan 5,9 persen.

Menurut manajemen, capaian tersebut mencerminkan kemampuan WIKA dalam menjaga keseimbangan arus kas dan pengelolaan proyek di tengah dinamika industri yang masih berlangsung.

Melalui implementasi delapan langkah strategis penyehatan, WIKA juga menurunkan nilai piutang sebesar Rp1,89 triliun atau 29,2 persen menjadi Rp4,58 triliun. Di saat yang sama, porsi pekerjaan dalam proses konstruksi berhasil dipangkas Rp1,15 triliun atau setara 34,6 persen sepanjang 2025.

Emin menyatakan langkah lanjutan yang akan ditempuh perseroan adalah melanjutkan restrukturisasi secara komprehensif. Fokusnya diarahkan pada penurunan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan serta divestasi aset yang belum memberikan laba bagi perseroan.

Ia menambahkan, keberhasilan agenda transformasi tersebut sangat bergantung pada dukungan kolaboratif dari berbagai pihak, mulai dari pemegang saham, kreditur, mitra strategis, hingga seluruh pemangku kepentingan perusahaan.

Iklan