Kontrak Baru PTPP Tembus Rp2,76 Triliun di Awal 2026, Melonjak 120,8%
PTPP mencatat perolehan kontrak baru Rp2,76 triliun hingga Januari 2026, melonjak 120,8% secara tahunan. Kontrak didominasi proyek pemerintah dan sektor gedung menjadi kontributor utama.
PTPP Capai Progres 37,11% Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu – Tiga Kali Lipat dari Target (Foto:PTPP)
Emitenhub.com - Awal 2026 dibuka PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dengan lonjakan perolehan kontrak baru. Hingga Januari 2026, emiten konstruksi pelat merah di bawah Danantara Indonesia ini membukukan kontrak senilai Rp2,76 triliun, meningkat 120,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Komposisi kontrak baru tersebut mayoritas berasal dari proyek pemerintah dengan porsi 73,31%. Kontribusi selanjutnya datang dari proyek BUMN sebesar 25,20% dan sektor swasta 1,49%. Dari sisi lini bisnis, proyek gedung menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 43,28%, diikuti jalan dan jembatan 26,64%, smelter dan pertambangan 25,20%, serta pengolahan air dan limbah sebesar 4,18%.
Sejumlah proyek strategis berhasil diamankan perseroan sepanjang Januari 2026. Di antaranya pembangunan Gedung Kantor Pidum dan Datum Kejaksaan Agung RI senilai Rp820,7 miliar, proyek BRT Metropolitan Mebidang Medan Rp538,5 miliar, Penambangan Bauksit Mempawah Rp478,6 miliar, serta Penanganan Bencana Aceh dengan nilai Rp341,7 miliar.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyampaikan bahwa capaian kontrak di awal tahun ini menjadi pijakan optimisme perseroan di tengah dinamika industri konstruksi. Dalam keterbukaan informasi pada Jumat (27/2/2026), ia menegaskan fokus PTPP pada ketepatan waktu eksekusi proyek, konsistensi kualitas pekerjaan, penerapan zero accident, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko yang prudent.


