TOBA Siapkan Buyback Rp448,69 Miliar, Targetkan Serap 10% Saham
PT TBS Energy Utama Tbk (TOBA) berencana melakukan buyback hingga 815,81 juta saham atau sekitar 10% dari modal disetor. Perseroan menyiapkan dana Rp448,69 miliar dan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB April 2026.
TBS Energy Utama TOBA rencana buyback saham hingga 10 persen di BEI
Emitenhub.com - PT TBS Energy Utama Tbk (TOBA) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback hingga 815.812.093 lembar saham. Jumlah tersebut setara sekitar 10% dari modal disetor Perseroan. Persetujuan atas rencana ini akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 April 2026.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Selasa (10/3/2026), direksi TOBA menyebut Perseroan menyiapkan dana sebesar Rp448,69 miliar untuk pelaksanaan buyback. Seluruh kebutuhan dana tersebut akan berasal dari kas internal Perseroan.
Pelaksanaan pembelian kembali saham direncanakan berlangsung paling lama 12 bulan setelah tanggal RUPSLB. Dengan skema tersebut, periode buyback saham akan berjalan sejak 17 April 2026 hingga 17 April 2027.
Perseroan menyatakan pelaksanaan buyback akan mengacu pada ketentuan POJK No. 29/2023. Harga pembelian kembali saham akan mengikuti jenis transaksi yang digunakan Perseroan dalam pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
Jika pembelian kembali saham dilakukan melalui transaksi di Bursa Efek Indonesia, Perseroan akan mengeksekusi transaksi melalui satu anggota bursa. Harga penawaran pembelian kembali saham tidak boleh lebih tinggi dari harga transaksi terakhir yang terjadi di pasar.
Direksi Perseroan menyampaikan beberapa pertimbangan utama di balik rencana buyback tersebut. Salah satunya karena harga saham Perseroan saat ini dinilai belum mencerminkan nilai fundamental dan potensi pertumbuhan bisnis yang dimiliki Perseroan. Langkah ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek pertumbuhan Perseroan.
Selain itu, program buyback dinilai memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam menjaga stabilitas harga saham di pasar. Dengan langkah tersebut, harga saham diharapkan dapat mencerminkan kinerja dan nilai Perseroan secara lebih proporsional.
Direksi Perseroan juga menilai rencana pembelian kembali saham dapat mendorong efisiensi dan efektivitas pengelolaan modal. Dengan mempertimbangkan perkembangan kinerja Perseroan ke depan, aksi ini juga menjadi salah satu mekanisme untuk memfasilitasi pengembalian kelebihan dana kepada para pemegang saham.
Selain itu, program buyback dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi pemegang saham dari sisi peningkatan laba per saham Perseroan.
Direksi TOBA meyakini pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan usaha Perseroan. Perseroan menyatakan memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk membiayai program buyback sekaligus menjaga kelangsungan operasional bisnis.


