SUPA Balik Laba Rp99,68 Miliar pada 2025, Kredit dan DPK Melonjak Tajam
PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) mencatat laba bersih Rp99,68 miliar pada 2025 setelah sebelumnya merugi Rp366,36 miliar. Perbaikan kinerja ditopang lonjakan pendapatan bunga bersih, pertumbuhan kredit, kenaikan dana pihak ketiga, dan ekspansi aset.
Singtel Alpha Investments melepas seluruh kepemilikan sahamnya di Super Bank Indonesia atau SUPA (Foto:SUPA)
Emitenhub.com - Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) membalikkan kinerja pada 2025 dengan membukukan laba bersih Rp99,68 miliar, setelah pada periode yang sama tahun 2024 masih mencatat rugi bersih Rp366,36 miliar.
Perbaikan tersebut ditopang lonjakan pendapatan bunga bersih yang mencapai 159,74 persen menjadi Rp1,57 triliun, dari Rp606,84 miliar pada 2024. Angka ini menjadi penopang utama perubahan kinerja perseroan sepanjang tahun buku 2025.
Di luar itu, SUPA juga mencatat pendapatan operasional Rp40,26 miliar pada 2025, naik 29,4 persen dibandingkan Rp31,12 miliar pada tahun sebelumnya.
Beban operasional SUPA tercatat Rp1,47 triliun pada 2025, meningkat 43,15 persen dibandingkan Rp1,02 triliun pada 2024. Meski demikian, perseroan berhasil membukukan laba sebelum pajak Rp143,27 miliar, berbalik dari posisi rugi sebelum pajak Rp391,19 miliar pada periode sebelumnya.
Penyaluran kredit SUPA sepanjang 2025 mencapai Rp9,6 triliun, tumbuh 49,66 persen dibandingkan Rp6,4 triliun pada 2024. Dana pihak ketiga yang dihimpun juga meningkat tajam menjadi Rp11,82 triliun dari Rp4,94 triliun pada tahun sebelumnya.
Total aset SUPA per Desember 2025 tercatat Rp21,28 triliun, melonjak 86,76 persen dibandingkan Rp11,39 triliun pada Desember 2024. Pada periode yang sama, liabilitas tercatat Rp13,11 triliun dan ekuitas sebesar Rp8,16 triliun.


