Saham

DSSA Resmi Stock Split 1:25, Harga Saham Teoritis Turun ke Rp3.110

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) mendapat persetujuan pemegang saham untuk melakukan stock split dengan rasio 1:25. Langkah ini membuat harga teoritis saham turun menjadi sekitar Rp3.110 per lembar dan jumlah saham beredar meningkat signifikan.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
RUPSLB DSSA menyetujui stock split dengan rasio 1 banding 25

RUPSLB DSSA menyetujui stock split dengan rasio 1 banding 25 (Foto:DSSA)

Emitenhub.com - Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) bersiap melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:25. Melalui aksi korporasi ini, nilai nominal saham perseroan akan berubah menjadi Rp1 per saham dari sebelumnya Rp25.

Rencana tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 11 Maret 2026. Keputusan disetujui secara bulat oleh 100 persen suara yang mewakili 5,51 miliar saham dengan tingkat kehadiran atau kuorum 89,12 persen.

Berdasarkan harga penutupan saham perseroan pada perdagangan sebelumnya di level Rp77.750 per saham, harga teoritis setelah stock split diperkirakan menjadi sekitar Rp3.110 per saham. Jumlah saham beredar juga akan meningkat menjadi 192,63 miliar lembar dari sebelumnya 7,7 miliar lembar.

Aksi stock split ini dilakukan dengan mempertimbangkan harga saham perseroan yang relatif tinggi. Kondisi tersebut dinilai membatasi jangkauan investor karena nilai pembelian satu lot saham menjadi hanya dapat diakses oleh sebagian kecil pelaku pasar, sehingga mempengaruhi likuiditas perdagangan saham.

Perseroan menilai pemecahan saham tersebut dapat memberikan sejumlah manfaat. Selain meningkatkan jumlah saham beredar, langkah ini diharapkan membuat harga saham menjadi lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor.

Dengan harga saham yang lebih rendah secara nominal, DSSA juga menargetkan perluasan basis investor. Penambahan jumlah pemegang saham dinilai dapat memperkuat struktur kepemilikan sekaligus meningkatkan partisipasi investor di pasar.

Manajemen juga berharap aksi ini dapat mendorong peningkatan volume transaksi sehingga likuiditas saham perseroan menjadi lebih baik. Di sisi lain, stock split diharapkan membangun persepsi positif terhadap prospek, kinerja, serta pertumbuhan nilai perusahaan.

Perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan stock split tidak akan mengubah nilai kepemilikan investor. Jumlah saham dan harga per saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio pemecahan sehingga nilai ekonomi yang dimiliki investor tetap setara.

Setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham, harga saham DSSA pada perdagangan hari itu tercatat naik 200 poin atau 0,26 persen ke level Rp77.750 per saham.

Dalam enam bulan terakhir, saham DSSA masih mencatat koreksi 18.500 poin atau sekitar 19,22 persen dibandingkan posisi 11 September 2025 di level Rp96.250 per saham. Sejak awal tahun ini, harga saham perseroan juga turun 20.700 poin atau 21,03 persen dari posisi Rp98.450 pada 2 Januari 2026.

Iklan