Saham

PANI Suntik Anak Usaha Rp701 Miliar, Kinerja 2025 Melejit dan Kas Masih Rp3,84 Triliun

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menambah modal ke tiga anak usaha dengan total lebih dari Rp701 miliar untuk mendukung pengembangan proyek di PIK2. Langkah ini dilakukan saat kinerja 2025 mencatat lonjakan pendapatan dan laba bersih, sementara posisi kas serta ekuitas perusahaan masih berada pada level besar.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi PANI menambah modal anak usaha lebih dari Rp701 miliar untuk mendukung pengembangan proyek PIK2

Ilustrasi PANI menambah modal anak usaha lebih dari Rp701 miliar untuk mendukung pengembangan proyek PIK2 (Foto:CBDK)

Emitenhub.com - Penguatan proyek di kawasan PIK2

kembali ditempuh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) melalui penambahan modal ke tiga entitas anak usaha. Total penyertaan yang digelontorkan ke PT Panorama Eka Tunggal (PET), PT Cahaya Inti Sentosa (CISN), dan PT Karunia Utama Selaras (KUS) melampaui Rp701 miliar.

Tambahan modal tersebut diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan anak usaha. Dana itu juga ditujukan guna menopang pengembangan proyek real estat berskala besar di kawasan PIK2.

Corporate Secretary PANI Christy Grassela mengatakan transaksi itu tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan. Ia menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan dan pemekaran kegiatan usaha di kawasan PIK2 yang kini masuk fokus ekspansi perusahaan.

Menurut Christy, transaksi tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan kinerja usaha serta pengembangan kegiatan usaha pada masa mendatang. Ia menegaskan langkah itu tidak mengubah pengendalian maupun struktur kepemilikan perseroan.

Dalam laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PANI menyatakan kepemilikan saham perusahaan pada ketiga entitas itu tetap berada di atas 99 persen. Kontrol perseroan pun tidak berubah setelah penambahan modal dijalankan.

Capaian Kinerja 2025

Langkah penyuntikan modal ini berlangsung saat kinerja keuangan PANI menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, perseroan membukukan pendapatan Rp1,22 triliun. Angka itu tumbuh sekitar 64,72 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Laba bersih PANI juga meningkat menjadi Rp356,02 miliar. Secara tahunan, nilainya melonjak sekitar 159,29 persen. Margin laba bersih tercatat di level 29,25 persen, atau naik sekitar 57,43 persen dari periode sebelumnya.

Dari sisi operasional, EBITDA perseroan mencapai Rp432,86 miliar per Desember 2025. Posisi ini meningkat sekitar 36,30 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut menunjukkan pertumbuhan pendapatan juga diikuti penguatan laba operasional.

Pada sisi neraca, total aset PANI per Desember 2025 tercatat sebesar Rp50,58 triliun. Nilai itu naik sekitar 8,62 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara total liabilitas turun sekitar 5,31 persen menjadi Rp18,92 triliun.

Arus kas dari aktivitas pendanaan pada periode tersebut tercatat positif Rp15,61 triliun. Aliran dana itu menunjukkan adanya pembiayaan eksternal yang dimanfaatkan untuk menopang pengembangan proyek dan aktivitas investasi perusahaan.

Secara keseluruhan, perubahan kas bersih PANI tercatat negatif Rp755,08 miliar. Free cash flow juga berada di posisi negatif Rp161,91 miliar.

Nilai penyertaan modal sebesar Rp701 miliar setara sekitar 18 persen dari saldo kas PANI yang tercatat Rp3,84 triliun. Posisi itu ditempuh saat struktur ekuitas perseroan juga masih berada di atas Rp31 triliun.

Jika dibandingkan dengan ukuran neraca, nominal penyertaan tersebut tergolong kecil terhadap total aset perusahaan. Dengan aset yang telah melampaui Rp50 triliun, nilai penambahan modal itu berada di bawah satu persen dari total aset PANI.

Data tersebut menunjukkan penambahan modal kepada anak usaha belum memberi tekanan berarti terhadap struktur keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Ekspansi PANI di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 masih menjadi latar dari langkah penguatan modal ini. Kawasan tersebut saat ini berkembang sebagai salah satu proyek properti berskala besar di pesisir utara Jakarta.

Rencana pengembangan di kawasan tersebut mencakup proyek real estat, area komersial, hingga infrastruktur kawasan. Penyertaan modal kepada anak usaha lazim digunakan untuk memperkuat permodalan entitas yang menjalankan proyek-proyek itu.

Kepemilikan PANI pada masing-masing anak usaha tetap berada di atas 99 persen. Dengan struktur tersebut, aliran modal yang disalurkan masih berada dalam lingkup konsolidasi keuangan perseroan.

Langkah ini menegaskan penyuntikan dana lebih difokuskan untuk memperkuat kapasitas pengembangan proyek di level anak usaha. Sementara itu, posisi keuangan induk masih ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, kenaikan laba, dan struktur ekuitas yang besar.

Iklan