Saham

Laba PANI Melonjak 61% pada 2025, Pendapatan Capai Rp4,31 Triliun

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatat laba bersih Rp2,04 triliun pada 2025, melonjak 61,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,26 triliun. Pertumbuhan kinerja ini didorong kenaikan pendapatan menjadi Rp4,31 triliun yang mayoritas berasal dari penjualan tanah dan bangunan.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja keuangan PANI PIK2 tahun 2025

Ilustrasi PANI menambah modal anak usaha lebih dari Rp701 miliar untuk mendukung pengembangan proyek PIK2 (Foto:CBDK)

Emitenhub.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba Rp2,04 triliun atau Rp67,79 per saham, meningkat 61,9 persen dibandingkan laba tahun 2024 yang sebesar Rp1,26 triliun atau Rp38,78 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025 yang dipublikasikan Kamis (5/3/2026), pertumbuhan laba tersebut didorong peningkatan pendapatan bersih. Pendapatan PANI tercatat Rp4,31 triliun pada 2025 atau naik 52,26 persen dari Rp2,83 triliun pada 2024.

Kontributor terbesar pendapatan berasal dari penjualan tanah dan bangunan yang mencapai sekitar Rp4,18 triliun atau sekitar 96,99 persen dari total pendapatan. Sementara itu, pendapatan jasa tercatat Rp35,46 miliar dan pendapatan lainnya Rp94,17 miliar.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga meningkat 38,04 persen menjadi Rp1,72 triliun dari Rp1,24 triliun pada 2024. Meski demikian, laba kotor perseroan tetap tumbuh 63,65 persen menjadi Rp2,59 triliun dibanding Rp1,58 triliun pada tahun sebelumnya.

Beban operasional PANI yang mencakup beban penjualan serta beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sepanjang 2025. Beban penjualan tercatat Rp108,39 miliar atau naik 17,42 persen dari Rp92 miliar pada 2024, sementara beban umum dan administrasi meningkat 32,27 persen menjadi Rp327,65 miliar dari Rp247,52 miliar.

Beban keuangan juga meningkat 21,47 persen menjadi Rp57,66 miliar dari Rp47,47 miliar pada tahun sebelumnya. Selain itu, beban pajak final melonjak 133,18 persen menjadi Rp217,14 miliar dibanding Rp93,12 miliar pada 2024. Di sisi lain, penghasilan keuangan perseroan tercatat Rp276,73 miliar pada 2025 atau naik 58,62 persen dari Rp174,45 miliar.

Perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2,12 triliun pada 2025. Angka tersebut meningkat 67,95 persen dibandingkan Rp1,26 triliun pada periode yang sama tahun 2024.

Dari sisi neraca, total aset PANI per Desember 2025 mencapai Rp50,58 triliun atau meningkat 8,61 persen dibanding Rp46,57 triliun pada akhir 2024. Perseroan mencatat liabilitas Rp18,92 triliun dan ekuitas Rp31,66 triliun.

Iklan