Saham

PANI Suntik Modal Rp600 Miliar ke Anak Usaha usai Rights Issue Rp15,7 Triliun

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menyalurkan tambahan modal Rp600 miliar kepada tiga entitas anak setelah merampungkan rights issue III senilai Rp15,7 triliun. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat permodalan, mendukung capex, serta mempercepat pengembangan proyek di kawasan PIK2.

2 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Pengembangan proyek properti Pantai Indah Kapuk Dua oleh PANI

Pengembangan proyek properti Pantai Indah Kapuk Dua oleh PANI (Foto:IDX)

Emitenhub - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten properti milik taipan Aguan dan Grup Salim, menyuntikkan dana sebesar Rp600 miliar kepada tiga entitas anak pada 24 Desember 2025.

Penambahan modal tersebut bersumber dari sebagian dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue. Dana ini dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan serta kapasitas keuangan PT Panorama Eka Tunggal (PET), PT Cahaya Inti Sentosa (CISN), dan PT Karunia Utama Selaras (KUS).

Tambahan modal tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional serta pengembangan proyek-proyek real estat berskala besar yang dikelola PET, CISN, dan KUS. Langkah ini sejalan dengan strategi ekspansi dan pengembangan usaha PANI di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).

Corporate Secretary PANI, Christy Grassela, menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

“Peningkatan modal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kinerja perseroan ke depan, tanpa menimbulkan perubahan pengendalian maupun struktur kepemilikan,” ujar Christy dalam keterbukaan informasi, Rabu (24/12/2025).

Sebagai informasi, PANI telah merampungkan rights issue III pada periode 12–18 Desember 2025 dengan total dana terhimpun sebesar Rp15,7 triliun. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menerbitkan maksimal 1,21 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp12.975 per saham.

Sebagian besar dana hasil rights issue, sekitar Rp14,6 triliun, dialokasikan untuk mengakuisisi hingga 44,1 persen saham PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK) dari PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya.

Sementara itu, sisa dana sekitar Rp608 miliar digunakan untuk penambahan penyertaan modal pada tiga entitas anak, yakni CISN, KUS, dan PET. Dana tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capex) serta mendukung percepatan pengembangan proyek.

Iklan