Saham

IPO Superbank (SUPA) Rp.635 Bidik Dana Rp 2,79 Triliun, Siap Guyur Dividen hingga 85% Laba

PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menetapkan harga IPO Rp 635 per saham dan berpotensi meraup dana sekitar Rp 2,79 triliun, dengan rencana pencatatan di BEI pada 17 Desember 2025. Perseroan akan mengalokasikan 70% dana IPO untuk modal kerja penyaluran kredit dan 30% untuk belanja modal, serta berkomitmen membagikan dividen hingga 85% laba bersih jika saldo laba positif.

2 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
IPO Superbank SUPA di Bursa Efek Indonesia dengan fokus pada penggalangan dana dan prospek dividen

IPO Superbank SUPA di Bursa Efek Indonesia dengan fokus pada penggalangan dana dan prospek dividen

Emitenhub - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebesar Rp 635 per saham. Dengan demikian, total dana yang berpotensi dihimpun mencapai sekitar Rp 2,79 triliun. Saham SUPA dijadwalkan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2025.

Berdasarkan pengumuman resmi di BEI, SUPA telah memperoleh pernyataan efektif IPO pada 8 Desember 2025. Emiten kemudian menggelar masa penawaran umum perdana pada 10–15 Desember 2025, sebelum melanjutkan proses pencatatan saham di BEI pada 17 Desember 2025.

Superbank akan melepas sebanyak 4.406.612.300 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan IPO.

Manajemen Superbank menjelaskan, sekitar 70% dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja melalui penyaluran kredit. Sementara itu, 30% sisanya dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pengembangan produk dan teknologi informasi guna mendukung pertumbuhan usaha perseroan.

Terkait kebijakan dividen, Superbank (SUPA) berkomitmen membagikan dividen hingga sebanyak-banyaknya 85% dari laba bersih tahun berjalan setelah resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pembagian dividen dapat dilakukan setelah perseroan memiliki saldo laba positif.

Manajemen dalam prospektus IPO saham SUPA menyampaikan bahwa besaran dividen akan dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kinerja keuangan bank, tingkat rasio KPMM, tingkat kesehatan bank, kondisi keuangan, proyeksi pertumbuhan laba, serta kebutuhan permodalan di masa mendatang.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan, SUPA membukukan kenaikan pendapatan bunga menjadi Rp 904,49 miliar hingga semester I-2025, dibandingkan Rp 268,15 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut mendorong perseroan berbalik mencatatkan laba Rp 20,50 miliar, dari sebelumnya rugi bersih Rp 135,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Iklan