Saham

Kinerja BREN Solid pada 2025, Laba Naik dan Kapasitas Panas Bumi Makin Besar

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatat pertumbuhan laba bersih dan margin yang lebih kuat sepanjang 2025, ditopang operasi panas bumi yang stabil, efisiensi biaya, serta penurunan beban bunga. Di sisi operasional, perseroan juga menambah kapasitas pembangkit dan melanjutkan proyek ekspansi yang ditargetkan mendorong kapasitas panas bumi melampaui 1 GW.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja BREN 2025 dengan laba naik, EBITDA kuat, dan kapasitas panas bumi yang terus bertambah

Kinerja BREN 2025 dengan laba naik, EBITDA kuat, dan kapasitas panas bumi yang terus bertambah (Foto:BREN)

Emitenhub.com - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Stabilitas operasi panas bumi dan disiplin pengelolaan biaya menjadi penopang utama, meski segmen pembangkit angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya.

Chief Executive Officer BREN Hendra Soetjipto Tan menyatakan aset panas bumi perseroan mencatat produksi listrik yang stabil dan menjadi penyangga utama kinerja perusahaan secara keseluruhan. Pernyataan itu disampaikan dalam siaran resmi pada Jumat, 20 Maret 2026.

Menurut dia, pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga setelah inisiatif optimalisasi utang membuat perseroan mampu mencatat margin yang lebih kuat dan profitabilitas yang meningkat. BREN juga menegaskan fokusnya untuk melanjutkan proyek ekspansi dan memperkuat portofolio usaha.

Untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$605 juta, naik 1,4% secara tahunan. Kenaikan ini terutama ditopang oleh stabilnya produksi listrik panas bumi serta kontribusi dari Unit Binary Salak.

EBITDA BREN pada 2025 tercatat sebesar US$518 juta dengan margin EBITDA 85,6%. Angka ini mencerminkan efisiensi operasional serta pengelolaan biaya yang terus dijaga perseroan.

Laba bersih setelah pajak mencapai US$165 juta, naik 6,5% secara tahunan. Kenaikan tersebut ditopang penguatan kinerja operasional dan penurunan biaya pendanaan setelah pelaksanaan inisiatif optimalisasi utang.

Sepanjang tahun, perseroan juga mencatat sejumlah pencapaian operasional yang memperkuat portofolio panas bumi. Proyek retrofit Salak rampung pada kuartal III 2025 dan menambah kapasitas baru sebesar 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal.

Bersama Unit Binary Salak, total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik panas bumi yang dioperasikan BREN mencapai 910 MW pada akhir 2025, naik 24 MW atau 2,7% secara tahunan. Perseroan juga menuntaskan dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding pada Desember 2025 yang mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55-60 MW, menandai tahap lanjutan dari strategi ekspansi panas bumi perusahaan.

Selain itu, proyek retrofit Wayang Windu telah diselesaikan pada kuartal I 2026. Penyelesaian ini semakin mendukung peningkatan kinerja keseluruhan pembangkit listrik perseroan.

Manajemen menambahkan pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 masih terus berjalan. Keduanya ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026.

Setelah proyek tersebut rampung, kapasitas panas bumi BREN diperkirakan melampaui 1 GW. Langkah ini mempertegas posisi perseroan sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terkemuka di Indonesia.

Iklan