Saham

PTRO Kantongi Kontrak Rp989 Miliar di Blok Masela, Petrosea Juga Borong Dua Perusahaan Pelabuhan

PT Petrosea Tbk (PTRO) memperoleh kontrak Onshore LNG Perimeter Construction Works senilai sekitar Rp989 miliar melalui konsorsium Petrosea-ETI-Nindya untuk proyek di Blok Masela. Di sisi lain, perseroan juga memperluas sinergi operasional dengan mengakuisisi mayoritas saham dua perusahaan pelayanan kepelabuhanan laut, yakni PT Vista Maritim Asia dan PT Nusantara Arung Samudera.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi proyek LNG Blok Masela dan ekspansi bisnis PT Petrosea Tbk (PTRO)

SINI Rights Issue 721,5 Juta Saham untuk Akuisisi Tambang Batu Bara Rp1,7 Triliun dari PTRO (Foto:PTRO)

Emitenhub.com - Kontrak baru senilai sekitar Rp989 miliar menambah eksposur PT Petrosea Tbk (PTRO) pada proyek energi strategis nasional, setelah konsorsium Petrosea-ETI-Nindya menandatangani pekerjaan Onshore LNG Perimeter Construction Works dengan INPEX Masela LTD untuk proyek di Lapangan Abadi, Blok Masela, Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Konsorsium Petrosea-ETI-Nindya merupakan kerja sama yang dibentuk Petrosea bersama PT Enviromate Technology International dan PT Nindya Karya (Persero).

Proyek tersebut disebut sebagai bagian dari pengembangan gas dan LNG strategis di Indonesia. Manajemen Petrosea menyatakan pekerjaan ini mendukung upaya penguatan ketahanan energi nasional.

Nilai kontrak itu diperkirakan mencapai Rp989 miliar. Masa pengerjaannya diestimasi berlangsung selama 36 bulan, sebagaimana disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 26 Maret 2026.

Porsi Petrosea dalam konsorsium tersebut tercatat sebesar 36 persen. Adapun cakupan pekerjaan proyek meliputi pembangunan pagar perimeter dan public expansion road, pembangunan jalan pengalihan serta relokasi jaringan listrik eksisting, hingga opsi pembangunan pioneering jetty dan mini Intensive Vital Care Unit (IVCU).

Sebelumnya, Petrosea juga menjalankan aksi korporasi melalui entitas anak tidak langsung, yakni PT Petrosindo Sinergi Alur (PSA) dan PT Petrosindo Sinergi Samudera (PSS), dengan mengakuisisi dua perusahaan kepelabuhanan laut pada Februari 2026.

Pada 24 Februari 2026, PSA menandatangani perjanjian pembelian 55 persen saham PT Vista Maritim Asia (VMA). Informasi itu disampaikan Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto.

Porsi saham yang diambil terdiri atas 50 persen milik Lius Kastomo dan 5 persen milik Jalu Yogo Santoso, dari seluruh modal ditempatkan dan disetor VMA. Keterangan tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia tertanggal Rabu, 25 Februari 2026.

PT Vista Maritim Asia (VMA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan kepelabuhanan laut. Nilai pembelian 55 persen saham VMA oleh Petrosea melalui PSA tercatat sebesar Rp550 juta.

Aksi ini diarahkan untuk memperkuat sinergi operasional lewat integrasi rantai nilai pit-to-port guna mendukung ekspansi usaha perseroan. Dari perspektif pasar modal, langkah tersebut menegaskan upaya Petrosea memperluas penguatan operasional di lini pendukung bisnisnya.

Anto Broto menyatakan pengambilalihan saham VMA akan memberi dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional perseroan.

Ia menambahkan, transaksi tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan operasional perseroan untuk memperkuat sinergi antarentitas di dalam grup.

Pada saat yang sama, entitas anak Petrosea lainnya, yakni PT Petrosindo Sinergi Samudera (PSS), juga menandatangani perjanjian pembelian 55 persen saham PT Nusantara Arung Samudera (NAS). Porsi transaksi tersebut terdiri atas 45 persen milik Karen Nathani dan 10 persen milik Maifian Juni Candra, dari seluruh modal ditempatkan dan disetor NAS.

NAS juga bergerak di bidang pelayanan kepelabuhanan laut. Nilai pembelian 55 persen saham perusahaan tersebut tercatat sebesar Rp550 juta.

Anto Broto menyatakan pengambilalihan saham NAS akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional perseroan.

Iklan