Saham

Pendapatan PGAS Tembus USD3,9 Miliar di 2025, Bisnis Gas dan LNG Jadi Penopang

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat pendapatan USD3,9 miliar pada 2025 atau naik sekitar 5 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan bisnis midstream dan downstream gas bumi serta peningkatan volume transmisi dan regasifikasi LNG.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja PGAS 2025 dengan pertumbuhan bisnis gas bumi dan LNG

Kinerja Pertagas 2025 dan target capex serta volume gas pada 2026 (Foto:PGAS)

Emitenhub.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat pendapatan sebesar USD3,9 miliar sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya di tengah dinamika sektor energi.

Pertumbuhan kinerja tersebut terutama ditopang oleh aktivitas bisnis inti perusahaan. Segmen midstream dan downstream berbasis infrastruktur gas bumi menjadi kontributor utama terhadap peningkatan pendapatan.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyampaikan perseroan terus menjaga keberlanjutan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG. Upaya tersebut juga dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan strategis.

“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah, dikutip Sabtu, 7 Maret 2026.

Volume niaga gas bumi PGN sepanjang 2025 tercatat mencapai 836 BBTUD. Pada periode yang sama, volume transmisi gas meningkat 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD seiring naiknya permintaan dari sektor industri dan pembangkit listrik.

Segmen infrastruktur LNG turut mendukung kinerja operasional perusahaan. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD atau tumbuh 17 persen, yang berperan menjaga keandalan pasokan gas bagi industri dan pembangkit listrik.

Di lini transportasi minyak, PGN mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD. Aktivitas tersebut didorong oleh meningkatnya pengangkutan minyak melalui jaringan pipa yang telah beroperasi.

Perusahaan juga memperluas infrastruktur gas melalui pembangunan jaringan pipa distribusi jargas baru. Sepanjang 2025, tambahan jaringan yang dibangun mencapai lebih dari 230 kilometer.

Dari sisi profitabilitas, PGN mencatat laba operasi sebesar USD519,6 juta pada 2025. Laba bersih perseroan tercatat sebesar USD215,4 juta.

Pencapaian tersebut dipengaruhi penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu. Penyesuaian tersebut bersifat non-cash sehingga tidak berdampak terhadap arus kas operasional perusahaan.

Secara fundamental, PGN membukukan EBITDA sebesar USD971,2 juta. Arus kas operasional juga tercatat positif sebesar USD657,1 juta, mencerminkan kemampuan kas perusahaan di tengah volatilitas sektor energi.

Perseroan juga menjalankan efisiensi operasional dengan menurunkan beban umum dan administrasi sekitar USD33,3 juta atau 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi laba dari entitas patungan turut meningkat menjadi USD76,4 juta.

PGN menyatakan penguatan fundamental bisnis akan terus difokuskan pada pengembangan infrastruktur gas bumi terintegrasi. Strategi tersebut mencakup pengembangan transmisi, distribusi, serta LNG untuk mendukung transisi energi nasional sekaligus menjaga stabilitas kinerja jangka panjang.

Iklan