Meski Asing Net Sell, Saham BUMI Justru Diborong Rp 539,67 Miliar
Meski investor asing membukukan net sell sebesar Rp 43,22 miliar, IHSG ditutup menguat 0,51% ke level 8.700 dengan nilai transaksi Rp 30,55 triliun. Di tengah aksi jual tersebut, saham BUMI justru menjadi sasaran beli asing terbesar dengan net buy Rp 539,67 miliar, disertai reli sejumlah saham sektor infrastruktur, energi, dan deretan emiten yang menyentuh auto rejection atas (ARA).
Pergerakan IHSG hijau dengan highlight saham BUMI diborong asing Rp 539,67 miliar
Emitenhub - Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham sebesar Rp 43,22 miliar, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (10/12/2025) ditutup menguat 43,74 poin atau 0,51% ke level 8.700. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 30,55 triliun.
Tekanan jual asing terbesar terjadi pada saham RAJA senilai Rp 223,41 miliar, disusul DEWA Rp 178,12 miliar, COIN Rp 161,67 miliar, BBRI Rp 138,29 miliar, dan EXCL Rp 125,21 miliar.
Sebaliknya, aksi beli bersih (net buy) asing antara lain mengalir ke saham BUMI sebesar Rp 539,67 miliar, FILM Rp 131,75 miliar, CBDK Rp 98,77 miliar, BMRI Rp 85,68 miliar, dan MDKA Rp 61,55 miliar.
Penguatan IHSG ditopang kenaikan sejumlah saham sektor infrastruktur yang naik 4,70%. Saham sektor energi, material dasar, dan konsumer primer juga menguat masing-masing lebih dari 1%, sementara sektor konsumer nonprimer, keuangan, kesehatan, dan properti cenderung melemah.
Adapun penopang utama kenaikan indeks berasal dari saham MORA yang menguat 19,83%, EMAS naik 10,97%, BRPT naik 6,29%, dan BUMI melesat 19,85% ke Rp 326. Kenaikan juga didukung penguatan saham DSSA sebesar 16,16%, UNTR naik 1,69%, serta DSSA yang kembali tercatat menguat 0,57%.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham mencatat kenaikan hingga menyentuh auto rejection atas (ARA), antara lain CTTH yang naik 34,83% menjadi Rp 120 dan KIOS yang menguat 28,30% ke Rp 204. ARA juga terjadi pada saham CITY yang naik 24,86% ke Rp 462, RLCO naik 24,82% menjadi Rp 352, SOTS menguat 24,64% ke Rp 860, DEPO naik 24,43% menjadi Rp 326, dan PEGE yang naik 24,35% ke Rp 286.
Meski tidak menyentuh level ARA, sejumlah saham tetap mencatat lonjakan harga yang signifikan. Saham KOBX menguat 27,66% menjadi Rp 240, PKPK naik 23,24% ke Rp 1.140, GTSI naik 22,88% menjadi Rp 290, KETR menguat 22,82% ke Rp 1.480, TRON naik 21,93% menjadi Rp 228, PBSA menguat 21,75% ke Rp 1.735, dan DPUM naik 20,21% menjadi Rp 113.
Sehari sebelumnya, IHSG terkena aksi ambil untung (profit taking) sehingga melemah 53,52 poin atau 0,61% ke level 8.657. Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 226,35 miliar, dengan tekanan jual terbesar pada saham BBCA mencapai Rp 347,18 miliar.
Di tengah pelemahan IHSG tersebut, sejumlah saham justru menguat hingga menyentuh auto rejection atas (ARA). Saham MAHA melesat 34,97% menjadi Rp 193, FIRE naik 34,02% menjadi Rp 130, YPAS menguat 25% ke Rp 775, dan SSTM naik 25% menjadi Rp 1.675.
ARA juga terjadi pada saham KETR yang naik 24,87% menjadi Rp 1.205, RLCO menguat 24,78% ke Rp 282, dan SOTS naik 24,32% menjadi Rp 690. Meski tidak ARA, saham DEWI tetap menguat 24,66% ke Rp 182 dan KIOS naik 20,45% menjadi Rp 159.


