DEWA Gelontorkan Rp23,47 Miliar Eksplorasi Q1 2026! Pengeboran Upper Tengkareng Lanjut Fase 2b, Siap Naik ke IUP Produksi
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengeluarkan Rp23,47 miliar untuk program eksplorasi sepanjang kuartal pertama 2026 melalui anak usaha Gayo Mineral Resources. Kegiatan mencakup penyelesaian pengeboran fase 2a serta kelanjutan fase 2b di Prospek Upper Tengkareng dengan total pencapaian 2.747,2 meter, pengiriman ribuan sampel ke Sucofindo, dan uji metalurgi. Perseroan juga mempersiapkan dokumen Studi Kelayakan serta AMDAL untuk mempercepat perubahan izin menjadi IUP Operasi Produksi.
Pergerakan saham DEWA setelah koreksi tajam dengan dukungan net foreign buy dan area support 330 (Foto:DEWA)
Emitenhub.com - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menggelontorkan biaya eksplorasi Rp23,47 miliar sepanjang kuartal pertama 2026. Seluruh kegiatan dilakukan melalui anak usaha Gayo Mineral Resources (GMR).
Perseroan menyelesaikan program pengeboran sumber data fase 2a di prospek Upper Tengkareng (UT) pada Februari 2026. Program pengeboran fase 2b dengan target 20 ribu meter, termasuk tiga titik pengeboran geoteknik, sedang berlanjut. Sampel batuan inti bor dikirim ke Laboratorium PT Sucofindo untuk analisis geokimia ICP multi elemen serta Fire Assay Au.
Analisis sampel untuk uji metalurgi dilakukan di Laboratorium PT Geoservices dengan metode flotasi, pemisahan gravitasi, pelindian, dan penggerusan. Perseroan memperbarui pemodelan geologi internal dan sumber daya untuk Prospek UT. Penjajakan dilakukan dengan beberapa vendor terkait pelaporan standar JORC dan pemrosesan metalurgi. Pemetaan geologi di prospek Southeast Tengkareng (SET) juga dilanjutkan, termasuk pengambilan contoh batuan tambahan dan perencanaan lokasi pengeboran awal.
Total pencapaian pengeboran PT Darma Henwa Tbk (DEWA) selama kuartal pertama 2026 mencapai 2.747,2 meter. Angka tersebut merupakan penyelesaian program pengeboran sumber daya fase 2a menggunakan empat mesin bor.
Program pengeboran kini berlanjut ke fase 2b dengan tiga mesin bor. Rencana mencakup tiga lubang bor tambahan untuk keperluan geoteknik dan hidrologi. Total pencapaian pengeboran secara kumulatif telah menyentuh 31.485,75 meter.
Perseroan mengirim 928 sampel batuan inti bor ke Laboratorium PT Sucofindo sepanjang kuartal pertama 2026. Sampel itu dianalisis untuk geokimia ICP multi elemen serta Fire Assay Au. Akumulasi sampel yang sudah keluar hasilnya mencapai 14.567 sampel dengan protokol QAQC standar.
Uji metalurgi telah rampung untuk domain sampel QDP. Analisis selanjutnya akan menyasar domain QFD serta Sediment Breccia.
Perseroan telah mengirimkan 36 sampel batuan tambahan dari Prospek Southeast Tengkareng (SET) ke Laboratorium PT Sucofindo. Sampel tersebut akan dianalisis untuk geokimia ICP multi elemen serta Fire Assay Au.
Perseroan sedang mempersiapkan dokumen Studi Kelayakan dan AMDAL. Dokumen ini akan disampaikan ke Kementerian ESDM sebagai persyaratan perubahan perizinan menjadi IUP Operasi Produksi.
DEWA melanjutkan pengeboran fase 2b di Prospek Upper Tengkareng (UT). Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan tingkat keyakinan sumber daya sekaligus mendukung studi geoteknik, hidrologi, dan metalurgi.
Pemetaan geologi detail di Prospek SET serta rencana pengeboran awal eksplorasi terus berjalan. Perseroan juga mempercepat perpanjangan IUP Eksplorasi dan peningkatan izin menjadi IUP Operasi Produksi.


