Saham

DEWA Ambles 36% Sebulan, Asing Mulai Masuk Lagi Saat Harga Dekati Support

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) ditutup menguat pada akhir Mei 2026 setelah sempat terkoreksi lebih dari 36% dalam sebulan. Munculnya net foreign buy dan tebalnya antrean bid di area support memunculkan spekulasi awal mengenai peluang rebound pada perdagangan Juni.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Pergerakan saham DEWA setelah koreksi tajam dengan dukungan net foreign buy dan area support 330

Pergerakan saham DEWA setelah koreksi tajam dengan dukungan net foreign buy dan area support 330 (Foto:DEWA)

Emitenhub.com - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berhasil menutup perdagangan akhir Mei 2026 di zona hijau setelah menguat 1,21% ke level 334 pada Jumat (29/5/2026). Kenaikan tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas transaksi dan kembali munculnya minat beli pada area harga yang lebih rendah.

Pergerakan saham DEWA sepanjang Mei berlangsung sangat volatil. Saham ini sempat berada di kisaran 525 pada awal bulan sebelum terkoreksi tajam hingga menyentuh area 320-an pada pekan terakhir Mei.

Dari posisi awal Mei hingga penutupan akhir bulan di level 334, saham DEWA telah turun sekitar 36,3%. Koreksi tersebut menjadikan DEWA sebagai salah satu saham yang mengalami tekanan cukup dalam sepanjang Mei 2026.

Meski demikian, tekanan jual mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada perdagangan 29 Mei 2026, nilai transaksi DEWA mencapai Rp142,6 miliar dengan volume perdagangan sebesar 4,22 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 22,1 ribu kali.

Data foreign flow menunjukkan investor asing membukukan pembelian sebesar Rp31,89 miliar dan penjualan Rp30,55 miliar. Dengan demikian, tercatat net foreign buy sekitar Rp1,34 miliar pada saham DEWA.

Kondisi tersebut berbeda dibanding beberapa sesi sebelumnya ketika tekanan jual dari investor asing masih dominan. Pada 25 Mei 2026, DEWA sempat mencatat net foreign sell sebesar Rp56,9 miliar yang disertai volatilitas harga cukup tinggi.

Area 330 Jadi Benteng Penting, Namun Tekanan Jual Masih Mengintai

Dari sisi pergerakan orderbook, area 330 mulai menjadi level krusial yang diperhatikan pelaku pasar. Antrean beli terlihat cukup kuat di level 334 dengan akumulasi bid mencapai lebih dari 691 ribu lot, sementara antrean jual masih mendominasi dengan total offer sekitar 1,54 juta lot.

Konsentrasi bid terbesar terlihat berada di rentang 320 hingga 334. Kondisi ini mengindikasikan adanya upaya pasar untuk mempertahankan area support setelah tekanan jual yang cukup agresif sepanjang Mei 2026.

Meski demikian, peluang penguatan saham DEWA masih menghadapi hambatan. Pasalnya, antrean jual dalam jumlah besar masih terlihat menumpuk pada area 340 hingga 350, sehingga berpotensi membatasi ruang kenaikan dalam jangka pendek.

Area Buy on Weakness Muncul, Mampukah DEWA Rebound ke 400-an?

Secara teknikal, sebagian pelaku pasar mulai mencermati peluang akumulasi bertahap pada rentang 282 hingga 330. Area tersebut dinilai menjadi zona krusial untuk menjaga peluang terbentuknya rebound jangka pendek setelah koreksi tajam sepanjang Mei.

Jika momentum pemulihan berlanjut, target pergerakan berikutnya berpotensi mengarah ke area 384 hingga 412. Namun, pelaku pasar tetap mewaspadai area 270 sebagai level pengamanan apabila tekanan jual kembali meningkat dalam beberapa sesi ke depan.

Perdagangan awal Juni diperkirakan menjadi periode penting untuk mengonfirmasi arah pergerakan saham DEWA berikutnya. Pasar akan mengamati apakah saham ini mulai memasuki fase pemulihan yang lebih stabil atau hanya mengalami technical rebound sesaat setelah penurunan dalam.

Sepanjang Mei 2026, pola transaksi DEWA masih didominasi volatilitas tinggi dan aktivitas perdagangan jangka pendek yang cukup agresif. Karena itu, konsistensi volume beli menjadi faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Pertanyaan terbesar bagi pelaku pasar saat ini adalah apakah area 330 mampu dipertahankan sebagai support. Apabila level tersebut kembali ditembus dengan tekanan distribusi yang besar, volatilitas saham DEWA berpotensi meningkat kembali pada awal Juni.

Iklan