EMAS Tak Bagikan Dividen 2025 – Rugi Membengkak Jadi US$27,29 Juta!
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memutuskan tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025 karena saldo laba ditahan masih negatif. Perseroan mencatat rugi tahun berjalan US$27,29 juta, naik 114,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. RUPST 22 April 2026 juga menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris.
Aktivitas pengeboran dalam di Tambang Emas Pani milik Merdeka Gold Resources untuk menambah sumber daya emas (Foto:MDKA)
Emitenhub.com - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memutuskan tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 April 2026.
Manajemen EMAS menyatakan saldo laba ditahan yang masih negatif menjadi pertimbangan utama tidak dilakukannya pembagian dividen kepada pemegang saham. Pernyataan tersebut disampaikan dalam risalah RUPST yang dikirim ke Bursa Efek Indonesia.
RUPS juga menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris. Perseroan menerima pengunduran diri Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri sebagai Direktur, serta mengangkat Nicholas John Green, Barend Johannes Nicolaas Knoetze, dan Suryadinata Tanu sebagai Direktur baru.
Di tingkat komisaris, Xinyu Wang dan Winato Kartono ditunjuk sebagai Komisaris. Sementara Yu Gao, John Mackay McCulloch Williamson, dan Jona Widhagdo Putri menjabat Komisaris Independen hingga RUPS tahun 2029.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat penurunan pendapatan yang sangat tajam sepanjang 2025. Pendapatan perseroan anjlok 92,4 persen menjadi hanya US$131,96 ribu dari US$1,74 juta pada 2024. Penurunan ini terutama disebabkan tidak adanya kontribusi dari pihak berelasi PT Puncak Emas Tani Sejahtera yang sebelumnya memberikan pendapatan dari jasa sewa alat berat.
Beban usaha perseroan justru melonjak signifikan 769,7 persen menjadi US$9,48 juta dari US$1,09 juta tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipicu antara lain oleh biaya pengembangan komunitas sebesar US$4,41 juta serta lonjakan biaya jasa profesional dari US$675,09 ribu menjadi US$4,22 juta.
Perseroan juga membukukan beban keuangan sebesar US$14,72 juta. Komponen utamanya terdiri dari bunga pinjaman US$11,21 juta, bunga liabilitas sewa US$1,96 juta, amortisasi biaya pinjaman US$1,03 juta, serta biaya akresi.
Akibatnya, rugi tahun berjalan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) membengkak 114,9 persen menjadi US$27,29 juta pada 2025 dari US$12,70 juta pada 2024. Rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$27,49 juta.
Akumulasi kerugian perseroan hingga akhir 2025 membengkak menjadi US$61,49 juta, naik 80,8 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar US$34,01 juta.


