FORE Siapkan Ekspansi Jumbo! Target 100 Gerai Baru, JP Morgan Ikut Borong Saham
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menyiapkan capex sekitar Rp250 miliar untuk membuka 100 outlet baru sepanjang 2026. Di tengah ekspansi agresif tersebut, JP Morgan Sekuritas Indonesia tercatat mengakumulasi saham FORE senilai sekitar Rp1,2 miliar.
FORE menyiapkan ekspansi 100 gerai baru dan JP Morgan tercatat membeli saham perseroan (Foto:FORE)
Emitenhub.com - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) masih menjaga laju ekspansi bisnis di tengah persaingan industri kopi yang semakin ketat. Perseroan menyiapkan belanja modal besar untuk memperluas jaringan gerai sepanjang 2026.
FORE mengalokasikan capital expenditure atau capex sekitar Rp250 miliar pada tahun ini. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan jaringan Fore Coffee dan Fore Donut di sejumlah wilayah potensial.
Direktur FORE, Tjong Pie Chen, menyampaikan sekitar Rp200 miliar dari capex akan diarahkan untuk ekspansi Fore Coffee. Adapun sekitar Rp50 miliar disiapkan untuk pengembangan Fore Donut serta pembangunan central kitchen.
Tjong mengatakan FORE tetap menargetkan pertumbuhan melalui pembukaan gerai secara berkelanjutan pada tahun ini. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas jangkauan pasar.
Perseroan menargetkan pembukaan sekitar 100 outlet baru sepanjang 2026. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi pembukaan gerai pada tahun sebelumnya.
Target Bisnis FORE Makin Agresif
Di balik ekspansi tersebut, pasar mulai mencermati optimisme perseroan terhadap pertumbuhan bisnis. FORE membidik kenaikan pendapatan sekitar 50 persen secara tahunan, sementara laba bersih ditargetkan tumbuh hingga 70 persen seiring perluasan jaringan gerai dan penguatan operasional.
Akumulasi JP Morgan Jadi Sorotan
Data broker summary menunjukkan JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) melakukan pembelian saham FORE dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar. Broker tersebut mengakumulasi sekitar 11.606 lot saham pada harga rata-rata 1.014.
Akumulasi dari broker global seperti JP Morgan kerap menjadi perhatian pasar. Aktivitas tersebut biasanya dibaca investor sebagai sinyal adanya minat institusi terhadap saham dengan cerita pertumbuhan jangka menengah.
Narasi pertumbuhan FORE mulai terlihat dari laporan keuangan perseroan.
Pendapatan Kuartal I Naik 52 Persen
Pada kuartal I-2026, FORE mencatat pendapatan Rp444 miliar atau tumbuh sekitar 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp292 miliar. Pertumbuhan ini menjadi salah satu laju yang cukup agresif di sektor food and beverage berbasis jaringan gerai.
Laba bersih perseroan meningkat menjadi Rp9 miliar dari Rp6 miliar pada kuartal I-2025. Laba usaha juga naik menjadi Rp16 miliar dari sebelumnya Rp9 miliar.
Meski margin keuntungan masih relatif tipis, pasar mulai melihat model bisnis FORE bergerak menuju skala usaha yang lebih stabil. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan outlet dan peningkatan volume bisnis.
EBITDA kuartalan perseroan tercatat sekitar Rp80,26 miliar. Return on Equity (ROE) berada di level 1,37 persen, sementara EPS kuartalan tercatat sebesar 1,06.
Agresivitas ekspansi tetap membawa konsekuensi bagi perseroan. Semakin banyak gerai yang dibuka, semakin besar kebutuhan modal dan beban operasional yang harus dikelola FORE.


