Saham BBYB Melonjak, Aksi Borong dan Kinerja Keuangan Jadi Pendorong
Saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) melonjak tajam pada perdagangan 15 Desember 2025 seiring aksi beli agresif investor. Penguatan saham didukung peningkatan kepemilikan pemegang saham, lonjakan laba, serta perbaikan signifikan pada profitabilitas dan kualitas aset.
Pergerakan saham BBYB Bank Neo Commerce di Bursa Efek Indonesia (Sumber:Investor.id)
Emitenhub - Saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) melonjak tajam pada sesi I perdagangan Senin (15/12/2025). Sekitar pukul 09.30 WIB, saham bank digital tersebut berada di level Rp550 atau menguat 17%.
Sebanyak 563 juta saham BBYB telah diperdagangkan dengan frekuensi 52.300 kali dan nilai transaksi mencapai Rp302 miliar. Penguatan saham ini terjadi seiring aksi beli yang cukup agresif.
Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBYB mencatatkan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp34,5 miliar.
Pada perdagangan 10–12 Desember 2025, saham BBYB tercatat selalu ditutup di zona hijau. Dalam sebulan terakhir, saham ini melonjak sekitar 50%, sementara secara year to date (ytd) telah menguat hingga 150%.
Sebelumnya, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC memperoleh dukungan tambahan dari pemegang sahamnya, PT Gozco Capital, yang menambah kepemilikan sebanyak 72.452.676 lembar saham. Aksi tersebut disampaikan melalui laporan keterbukaan informasi pada 26 November 2025 dan turut memperkuat kepercayaan perseroan terhadap prospek pertumbuhan ke depan.
“Peningkatan kepemilikan saham oleh PT Gozco Capital merupakan sinyal positif dan menunjukkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap prospek pertumbuhan dan fundamental Bank Neo Commerce. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” ujar Direktur Bisnis Bank Neo Commerce, Aditya Windarwo, dalam keterangan tertulis, Rabu (26/11/2025).
Ia menegaskan bahwa dukungan pemegang saham tersebut semakin memperkuat strategi perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan, khususnya melalui penguatan inovasi digital serta penerapan manajemen risiko yang prudent.
“Peningkatan kepercayaan dari investor menunjukkan bahwa BNC berada di jalur yang tepat. Komitmen ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja ke depan,” tambah Aditya.
Dari sisi kinerja keuangan, BBYB mencatatkan perbaikan yang signifikan. Perseroan membukukan laba sebesar Rp464 miliar hingga kuartal III-2025, melonjak 11.320,21% secara tahunan (yoy), didukung efisiensi operasional dan penguatan manajemen risiko.
Return on Assets (ROA) bank digital ini meningkat tajam menjadi 3,45% per September 2025, jauh lebih tinggi dibandingkan 0,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Return on Equity (ROE) juga naik signifikan menjadi 16,96%, dari sebelumnya 0,16% pada September 2024.
Lonjakan profitabilitas tersebut mencerminkan strategi perseroan dalam mengoptimalkan produktivitas aset dan pemanfaatan modal secara lebih efektif, terutama untuk menopang pertumbuhan kredit konsumen yang berkualitas.
Perbaikan kualitas aset turut memperkuat fundamental BNC. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun dari 3,72% pada September 2024 menjadi 2,92% pada kuartal III-2025, sementara NPL net membaik dari 0,99% menjadi 0,23% pada periode yang sama.
Penurunan rasio NPL tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga kualitas portofolio kredit melalui proses seleksi debitur yang lebih ketat, pemantauan risiko secara proaktif, serta langkah mitigasi yang disiplin dan terukur.
BNC menegaskan komitmennya untuk terus menjaga penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan fundamental yang terus membaik dan kepercayaan investor yang meningkat, perseroan optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu bank digital dengan pertumbuhan paling agresif di Indonesia.


