Saham BBYB Melonjak, Kinerja Bank Neo Commerce Membaik dan Investor Terus Borong
Saham Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mencatat lonjakan signifikan seiring meningkatnya minat investor. Penguatan harga saham didukung kinerja keuangan yang membaik dan dukungan pemegang saham.
Pergerakan saham BBYB Bank Neo Commerce di pasar saham Indonesia (Sumber: Investor.id)
Emitenhub - Saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC ditutup melonjak 19,15% ke level Rp560 pada akhir sesi I perdagangan Senin (15/12/2025). Kenaikan ini menunjukkan adanya aksi beli signifikan pada saham emiten bank digital tersebut.
Sebanyak 950,41 juta saham Bank Neo Commerce berpindah tangan dengan frekuensi 88.253 kali dan nilai transaksi mencapai Rp516,84 miliar. Mengacu pada data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBYB mencatatkan net buy sebesar Rp44,9 miliar.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai pergerakan saham BBYB masih berada dalam tren bullish. Saat ini, harga saham dinilai mampu menguat dan menembus area resistance di kisaran 494–525.
“Potensi pergerakan selanjutnya diperkirakan mengarah ke level resistance berikutnya di kisaran 590–630,” ujar BRIDS dalam analisis teknikal yang dirilis Senin (15/12/2025).
Secara kinerja harga, saham Bank Neo Commerce tercatat melonjak 27% dalam sepekan terakhir. Dalam sebulan, saham ini melesat 50% dan menguat 156% secara year to date (ytd).
Sebelumnya diberitakan, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) memperoleh dukungan tambahan dari pemegang sahamnya, PT Gozco Capital, yang meningkatkan kepemilikan sebesar 72.452.676 lembar saham. Aksi tersebut disampaikan melalui laporan keterbukaan informasi pada 26 November 2025 dan dinilai memperkuat kepercayaan perseroan untuk terus bertumbuh ke depan.
“Peningkatan kepemilikan saham oleh PT Gozco Capital merupakan sinyal positif yang mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan dan fundamental Bank Neo Commerce. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” ujar Direktur Bisnis Bank Neo Commerce, Aditya Windarwo, dalam keterangan tertulis, Rabu (26/11/2025).
Aditya menegaskan, dukungan dari pemegang saham tersebut semakin memperkuat strategi perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan. Fokus utama diarahkan pada pengembangan inovasi digital serta penerapan manajemen risiko yang prudent.
“Peningkatan kepercayaan investor menandakan BNC berada di jalur yang tepat. Komitmen ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja ke depan,” tambahnya.
Dari sisi kinerja keuangan, BBYB mencatatkan perbaikan yang signifikan. Perseroan membukukan laba sebesar Rp464 miliar atau melonjak 11.320,21% secara year on year (yoy) hingga kuartal III-2025, yang ditopang oleh efisiensi operasional dan penguatan manajemen risiko.
Seiring dengan itu, Return on Assets (ROA) bank digital ini naik drastis menjadi 3,45% pada September 2025, jauh lebih tinggi dibandingkan 0,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Return on Equity (ROE) juga meningkat tajam menjadi 16,96% dari hanya 0,16% pada September 2024.


