Saham

Saham EMAS Melonjak 10%, Asing Borong Jelang Produksi Tambang Emas Pani

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melonjak tajam dan diborong investor asing seiring sentimen positif menjelang produksi Tambang Emas Pani. Penguatan didukung progres konstruksi, pendanaan yang solid, dan prospek produksi emas pada awal 2026.

4 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Pergerakan saham EMAS Merdeka Gold Resources dan Tambang Emas Pani

Pergerakan saham EMAS Merdeka Gold Resources dan Tambang Emas Pani Dok.EMAS

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) ditutup melonjak 10,77% ke level Rp5.450 pada akhir perdagangan Senin (16/12/2025). Saham emiten emas yang terafiliasi dengan Boy Thohir tersebut tercatat diborong investor asing.

Sebanyak 118,84 juta saham Merdeka Gold Resources berpindah tangan dengan frekuensi 39.067 kali dan nilai transaksi mencapai Rp654,1 miliar. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp138,32 miliar pada saham berkode EMAS.

Saham EMAS, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), tercatat terus menguat sejak 5 Desember 2025. Dalam sepekan terakhir, saham ini melambung 43,8% dan mencatatkan kenaikan beruntun.

BRI Danareksa Sekuritas dalam Sapa Mentari Selasa (16/12/2025) menilai pergerakan saham Merdeka Gold Resources masih berada dalam tren bullish. Berdasarkan chart satu jam, harga saat ini tengah mengalami pullback dengan area support di kisaran 5.100–5.275.

Broker tersebut menilai potensi terdekat saham EMAS masih mengarah pada kelanjutan tren penguatan. Target resistance diperkirakan berada di rentang 5.625–5.875, atau mendekati level psikologis 6.000.

Sebelumnya, Merdeka Gold Resources (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), melaporkan sejumlah pencapaian operasional dan finansial terkait pengembangan Tambang Emas Pani di Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Melalui entitas anak, yakni PT Pani Bersama Tambang (PBT), PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), dan PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), perseroan telah merampungkan fasilitas pinjaman Revolving Credit Facility (RCF) senilai US$350 juta. Pendanaan tersebut akan mendukung tahap akhir konstruksi tambang serta persiapan produksi pada awal 2026.

Sejalan dengan itu, proses commissioning fasilitas Adsorption, Desorption & Recovery (ADR) terus berjalan sesuai jadwal. Tahapan ini menjadi langkah penting menuju rencana penuangan emas perdana yang ditargetkan pada kuartal I 2026.

Fasilitas RCF senilai US$350 juta tersebut ditandatangani pada 4 Desember 2025 dengan konsorsium lender domestik dan internasional. Pendanaan ini melengkapi dana sebesar Rp4,9 triliun atau setara US$280 juta yang diperoleh EMAS melalui penawaran umum perdana (IPO) pada September 2025.

Fasilitas tersebut memperkuat likuiditas perseroan di tengah realisasi belanja modal yang telah mencapai US$208,7 juta per 30 September 2025. Dengan demikian, EMAS memiliki kapasitas keuangan yang memadai untuk menyelesaikan konstruksi dan bertransisi menuju fase komersial.

Dana dari RCF akan dialokasikan untuk refinancing pinjaman anak usaha, mendukung kebutuhan modal kerja selama proses commissioning dan awal operasi, serta pembiayaan lanjutan pengembangan Tambang Emas Pani.

Setelah proses crushing bijih dimulai pada 12 November 2025, fasilitas Adsorption, Desorption & Recovery (ADR) memasuki tahap energization pada 1 Desember 2025. Tahapan ini menandai dimulainya rangkaian commissioning bertahap yang mencakup aspek mekanikal, elektrikal, dan sistem air.

Seluruh proses commissioning ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2025. Dengan demikian, irigasi reagen pertama dapat dilakukan pada awal Januari 2026 sebagai tahap akhir sebelum produksi emas dimulai.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyatakan kemajuan fasilitas ADR menjadi tonggak penting dalam transisi Proyek Pani menuju fase produksi. Ia menegaskan perseroan tetap berada di jalur untuk mencapai penuangan emas perdana pada awal 2026.

“Kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai gold pour pertama pada awal 2026. Dengan struktur pendanaan yang kuat, eksekusi yang disiplin, dan standar ESG yang tinggi, kami yakin Pani akan menjadi kontributor utama bagi Merdeka Group dan produksi emas nasional, sekaligus memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (8/12/2025).

Hingga akhir September 2025, progres konstruksi Tambang Emas Pani telah mencapai 83% pada infrastruktur utama, termasuk heap leach pad, fasilitas pengolahan bijih, serta pabrik ADR yang hampir sepenuhnya rampung.

Kegiatan penambangan mulai berjalan pada 1 Oktober 2025, seiring dengan beroperasinya Ore Preparation Plant (OPP) secara penuh. Pada hari yang sama, pasokan listrik 150 kV dari sumber energi terbarukan milik PLN juga mulai disalurkan ke area tambang.

Operasi Tambang Emas Pani dirancang dengan ekspansi kapasitas secara bertahap. Pada tahap awal, metode heap leach digunakan dengan kapasitas pengolahan mencapai 7 juta ton bijih per tahun.

Tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan proses Carbon in Leach (CIL) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Pada kapasitas maksimal, Tambang Emas Pani diproyeksikan mampu mencapai produksi puncak sekitar 500.000 ounce emas per tahun.

Tambang Emas Pani merupakan salah satu sumber daya emas primer terbesar di Indonesia, dengan cadangan bijih mencapai 190 juta ton yang mengandung sekitar 4,8 juta ounce emas.

Dalam pengembangannya, EMAS menekankan penerapan standar lingkungan yang ketat, pemberdayaan masyarakat, serta praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kuat. Pendekatan ini ditujukan untuk mendukung penciptaan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan pembangunan jangka panjang di wilayah Pohuwato.

Iklan