Saham

Target Harga WIFI Naik, Ekspansi FTTH Dorong Prospek Saham Solusi Sinergi Digital

Agresivitas ekspansi FTTH mendorong analis menaikkan target harga saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Dengan pertumbuhan pelanggan yang kuat dan struktur keuangan solid, prospek jangka menengah WIFI dinilai tetap menarik.

3 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Pergerakan saham WIFI Solusi Sinergi Digital dan ekspansi jaringan FTTH

Pergerakan saham WIFI Solusi Sinergi Digital dan ekspansi jaringan FTTH (Sumber:WIFI)

Agresivitas PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dalam berekspansi, khususnya di sektor fiber to the home (FTTH), mendorong analis menaikkan target harga saham WIFI dengan potensi upside dua digit.

Analis BCA Sekuritas, Selvi Oktaviani, menilai kinerja WIFI pada kuartal III-2025 relatif sesuai ekspektasi dari sisi pendapatan. Namun, laba bersih tercatat di bawah proyeksi akibat tekanan pada segmen periklanan, sementara lonjakan kinerja segmen telekomunikasi menjadi penopang utama prospek jangka menengah perseroan.

“Segmen telekomunikasi melonjak 234% secara tahunan, menandakan proyek FTTH mulai berkontribusi signifikan. Ke depan, segmen ini diperkirakan menjadi kontributor utama sekaligus penggerak pertumbuhan WIFI,” ujar Selvi dalam risetnya yang dikutip Selasa (16/12/2025).

Pada kuartal III-2025, WIFI membukukan laba bersih sebesar Rp32,2 miliar, turun 48,3% secara year on year (yoy) dan 78% secara kuartalan (qoq). Seiring itu, margin laba bersih menyempit menjadi 6,4%. Namun secara kumulatif selama sembilan bulan pertama 2025, laba bersih tercatat Rp260 miliar atau tumbuh 71% yoy, setara dengan 76,3% dari proyeksi BCA Sekuritas untuk tahun buku 2025.

Sementara itu, EBITDA masih mencatat pertumbuhan 77% yoy dan 7,5% qoq. Meski demikian, margin EBITDA turun menjadi 50,5%, mengakhiri tren margin di atas 75% selama enam kuartal sebelumnya. Penurunan margin terutama disebabkan oleh kinerja segmen periklanan yang membukukan EBITDA negatif, sementara margin EBITDA segmen telekomunikasi tetap solid di level 71,5%.

Dari sisi pendapatan, kinerja kuartal III-2025 melonjak 156% yoy dan 78% qoq menjadi Rp501 miliar. Segmen telekomunikasi berkontribusi sekitar 91% terhadap total pendapatan, didorong pertumbuhan kuat segmen B2C, sementara pendapatan periklanan turun 25,6% yoy. Secara kumulatif, pendapatan sembilan bulan pertama 2025 mencapai Rp1,0 triliun atau naik 101% yoy.

Hingga September 2025, WIFI telah memiliki 1,5 juta homepasses, meningkat signifikan dari 876 ribu pada Juni 2025. Dalam satu kuartal, perseroan menambah sekitar 627 ribu homepasses dengan jumlah pelanggan mencapai 831 ribu, sehingga tingkat take-up rate berada di level 55%, jauh di atas rata-rata industri yang berkisar 20%.

Dari sisi keuangan, posisi neraca dan arus kas dinilai tetap solid. Arus kas operasi berbalik positif menjadi Rp146 miliar pada kuartal III-2025, didukung penghimpunan dana Rp5,9 triliun dari rights issue serta Rp2,5 triliun dari penerbitan obligasi untuk mendukung belanja modal. Hingga September 2025, WIFI berada pada posisi kas bersih dengan rasio lancar mencapai 3,4 kali.

Manajemen menargetkan pendapatan sekitar Rp1,4 triliun dan EBITDA sebesar Rp940 miliar pada 2025, dengan margin EBITDA di kisaran 64%. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan jumlah pelanggan FTTH hingga 1,5 juta serta total homepasses yang ditargetkan mencapai 2,5 juta pada akhir 2025.

Untuk 2026, WIFI membidik ekspansi yang lebih agresif dengan target lebih dari 5 juta homepasses dan 3 juta sambungan FTTH. Perseroan juga berencana memperluas layanan 5G FWA melalui pembangunan lebih dari 5.000 site dengan sasaran sekitar 5 juta pelanggan.

BCA Sekuritas menilai meskipun terdapat potensi pendapatan yang relatif datar pada kuartal IV-2025, prospek jangka menengah WIFI tetap solid. Dengan FTTH sebagai tulang punggung pertumbuhan serta struktur keuangan yang kuat, saham WIFI dinilai masih menarik untuk dikoleksi dengan target harga Rp4.000 per saham.

Target harga tersebut merefleksikan valuasi 10,2 kali EV/EBITDA 2026F, yang dinilai masih atraktif di tengah akselerasi ekspansi jaringan dan pertumbuhan basis pelanggan.

Sebelumnya, saham WIFI sempat tertekan 14,82% pada Jumat (12/12/2025), kemudian kembali melemah 2,21% pada Senin. Pada perdagangan Selasa (16/12/2025), saham WIFI ditutup stagnan di level Rp3.540. Dengan asumsi harga tersebut, terdapat potensi kenaikan sekitar 13% menuju target harga Rp4.000.

Iklan