International

Ekspor Mobil Listrik China Melejit: Indonesia Jadi Pasar Utama Asia Tenggara

Ekspor mobil listrik China terus mencatat pertumbuhan kuat dengan Asia sebagai pasar terbesar. Indonesia muncul sebagai salah satu tujuan utama, seiring lonjakan permintaan EV di negara berkembang dan ekspansi agresif produsen China.

5 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Aktivitas ekspor mobil listrik China ke pasar global termasuk Indonesia

LABA fokus kembangkan kendaraan listrik dan baterai di tengah penundaan proyek energi (Foto:BYD)

Emitenhub - Ekspor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal China kembali mencatat pertumbuhan signifikan, dengan Meksiko menjadi tujuan pengiriman terbesar. Indonesia dan Thailand menyusul sebagai pasar utama berikutnya, menegaskan semakin kuatnya penetrasi EV China di pasar global, khususnya negara berkembang.

Berdasarkan data otoritas Bea Cukai China yang dihimpun Bloomberg, pengiriman mobil listrik China ke Meksiko melonjak 2.367 persen secara tahunan menjadi setara 19.344 unit. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya permintaan EV China di kawasan Amerika Latin, seiring daya saing harga dan kapasitas produksi yang agresif.

Secara regional, Asia masih menjadi pasar terbesar bagi EV asal China dengan total ekspor mencapai 110.061 unit atau tumbuh 71 persen secara tahunan. Eropa berada di posisi berikutnya dengan penyerapan 42.927 unit atau naik 63 persen, sementara Amerika Latin dan Karibia mencatat pertumbuhan paling agresif dengan volume 35.182 unit atau melonjak 283 persen.

Ekspor kendaraan listrik China ke Uni Eropa juga menunjukkan tren peningkatan. Pada periode November, pengiriman ke kawasan tersebut tercatat mencapai 25.792 unit, tumbuh 39 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan berlanjutnya permintaan EV China di pasar Eropa, meski di tengah dinamika regulasi dan persaingan yang semakin ketat.

Jika dirinci berdasarkan negara tujuan, setelah Meksiko, Indonesia menjadi pasar terbesar berikutnya dengan volume ekspor 17.503 unit atau melonjak 302 persen secara tahunan. Thailand menyusul dengan pengiriman sebanyak 13.517 unit atau naik 66 persen. Sejumlah negara lain juga mencatat pertumbuhan signifikan, di antaranya Filipina, Malaysia, Turki, Inggris, dan Brasil, yang memperkuat posisi China sebagai pemain utama dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

Ekspor Mobil Listrik dari China per Wilayah

Ekspor mobil listrik China menunjukkan pola pertumbuhan yang berbeda di setiap kawasan. Asia tetap menjadi pasar terbesar dengan volume pengiriman mencapai 110.061 unit dan pertumbuhan 71 persen secara tahunan. Secara akumulasi, ekspor ke kawasan ini mendekati 994.132 unit dengan kenaikan 36 persen, menegaskan peran Asia sebagai basis utama penyerapan EV asal China.

Eropa berada di posisi berikutnya dengan ekspor sebesar 42.927 unit dan pertumbuhan 63 persen. Total pengiriman secara kumulatif mencapai 604.105 unit, meski laju pertumbuhannya relatif lebih moderat di level 12 persen, mencerminkan karakter pasar yang lebih matang dan kompetitif.

Amerika Latin dan Karibia justru mencatat akselerasi paling agresif. Pada periode November, ekspor ke kawasan ini mencapai 35.182 unit atau melonjak 283 persen secara tahunan. Secara year to date, total pengiriman menembus 249.502 unit dengan pertumbuhan 65 persen, menunjukkan ekspansi cepat di pasar negara berkembang.

Di kawasan Oseania, ekspor EV China tercatat 6.348 unit dengan kenaikan 70 persen, sementara total kumulatif mencapai 90.028 unit atau tumbuh 43 persen. Afrika juga memperlihatkan tren positif dengan volume 4.632 unit dan pertumbuhan 134 persen, serta total tahunan 37.101 unit yang melonjak 114 persen.

Sebaliknya, Amerika Utara menjadi satu-satunya kawasan yang mencatat kontraksi. Ekspor ke wilayah ini hanya mencapai 686 unit atau turun 46 persen, sementara secara akumulasi tercatat 8.668 unit dengan penurunan 73 persen.

Secara keseluruhan, total ekspor mobil listrik China mencapai 199.836 unit dengan pertumbuhan 87 persen. Adapun total pengiriman sepanjang tahun berjalan berada di kisaran 1,98 juta unit atau meningkat 29 persen, mencerminkan pergeseran fokus ekspansi EV China ke kawasan dengan tingkat adopsi yang masih berkembang.

10 Negara Penerima Ekspor Mobil Listrik China hingga November

Ekspor mobil listrik China ke berbagai negara menunjukkan dinamika yang beragam, dengan Meksiko menjadi tujuan utama pada periode November. Pengiriman ke negara tersebut mencapai 19.344 unit atau melonjak tajam 2.367 persen secara tahunan. Secara kumulatif, total ekspor ke Meksiko tercatat 96.194 unit dengan pertumbuhan 150 persen.

Indonesia menempati posisi kedua dengan volume ekspor 17.503 unit dan pertumbuhan signifikan sebesar 302 persen. Sepanjang periode berjalan, total pengiriman ke Indonesia mencapai 97.267 unit atau meningkat 101 persen, mencerminkan akselerasi adopsi kendaraan listrik di pasar domestik.

Thailand berada di peringkat berikutnya dengan ekspor 13.517 unit atau tumbuh 66 persen. Secara akumulasi, pengiriman ke negara tersebut mencapai 119.835 unit dengan kenaikan 16 persen, menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil.

Filipina mencatat pengiriman 12.562 unit dengan pertumbuhan 30 persen. Total ekspor year to date ke negara ini mencapai 156.251 unit atau naik 55 persen, menandakan peran Filipina sebagai salah satu pasar penting di kawasan Asia Tenggara.

Malaysia mencatat lonjakan ekspor yang kuat dengan volume 9.626 unit atau naik 273 persen. Secara kumulatif, total pengiriman mencapai 43.835 unit dengan pertumbuhan 128 persen.

Turki juga mencatatkan ekspansi agresif dengan ekspor 9.292 unit dan pertumbuhan 760 persen. Total year to date ke negara tersebut mencapai 65.595 unit atau melonjak 170 persen, mencerminkan penetrasi yang semakin dalam di kawasan Eurasia.

Inggris mencatat pengiriman 9.096 unit dengan pertumbuhan 113 persen. Secara kumulatif, total ekspor ke negara ini mencapai 121.555 unit atau naik 24 persen.

Belgia mencatat volume ekspor 8.953 unit dengan pertumbuhan terbatas sebesar 8,6 persen. Namun secara akumulasi, total pengiriman ke negara tersebut mencapai 195.309 unit, meski mengalami penurunan 15 persen secara tahunan.

Brasil mengimpor 8.504 unit mobil listrik China dengan pertumbuhan 155 persen. Total ekspor year to date tercatat 70.828 unit, relatif stabil dengan koreksi tipis 1,3 persen.

India melengkapi daftar sepuluh besar dengan pengiriman 8.288 unit dan pertumbuhan 6,4 persen. Secara kumulatif, ekspor ke India mencapai 96.687 unit atau tumbuh 33 persen, menunjukkan potensi pasar yang masih berkembang.

Sepanjang periode berjalan, sejumlah negara mencatat volume impor mobil listrik China yang relatif besar. Filipina menjadi salah satu penyerap utama dengan total pengiriman mencapai 156.251 unit, diikuti Belgia sebesar 195.309 unit dan Thailand sebanyak 119.835 unit. Sementara itu, total ekspor ke Meksiko sejak awal periode tercatat 96.194 unit atau tumbuh 150 persen secara tahunan, sedangkan Indonesia membukukan pengiriman 97.267 unit dengan kenaikan 101 persen.

Dari sisi regional, total ekspor kendaraan listrik China hingga November mencapai sekitar 1,98 juta unit atau meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Asia memberikan kontribusi terbesar dengan volume 994.132 unit, disusul Eropa sebanyak 604.105 unit, serta Amerika Latin dan Karibia yang menyerap 249.502 unit.

Sebaliknya, kinerja ekspor ke Amerika Utara justru menunjukkan pelemahan. Pada periode November, pengiriman ke kawasan tersebut hanya mencapai 686 unit atau turun 46 persen secara tahunan. Secara kumulatif, total ekspor ke Amerika Utara tercatat 8.668 unit atau merosot 73 persen, menjadikannya satu-satunya kawasan dengan tren kontraksi.

Iklan