International

Harga Minyak Anjlok >10% ke Bawah $90, Iran Resmi Buka Selat Hormuz!

Iran menyatakan Selat Hormuz terbuka penuh bagi kapal komersial selama gencatan senjata Israel-Lebanon. Keputusan ini langsung memicu harga minyak dunia anjlok lebih dari 10% ke bawah level 90 dolar AS per barel. Meski Trump menyambut baik, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku hingga kesepakatan permanen tercapai.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 10 Persen

Iran Lancarkan Serangan Drone terhadap Kapal Amerika Serikat sebagai Balasan Penyitaan Kapal Touska

Emitenhub.com - Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka bagi lalu lintas kapal komersial pada Jumat selama masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan melalui unggahan media sosial bahwa sesuai dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan terbuka sepenuhnya untuk sisa periode gencatan senjata. Namun kapal wajib melintas melalui rute terkoordinasi yang diumumkan otoritas maritim Iran.

Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata berdurasi 10 hari pada Kamis, yang mulai berlaku pukul 17.00 waktu Timur AS. Kampanye militer Israel di Lebanon terhadap Hizbullah — sekutu dekat Iran — sempat menjadi isu krusial dalam perundingan antara Washington dan Teheran.

Presiden AS Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada Iran atas pembukaan selat tersebut melalui unggahan di media sosial pada Jumat. Trump menegaskan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku hingga dicapai kesepakatan dengan Teheran.

Harga minyak dunia anjlok lebih dari 10 persen hingga berada di bawah 90 dolar AS per barel. Sekitar seperlima pasokan minyak mentah global melewati Selat Hormuz sebelum perang pecah. Penutupan jalur laut yang menghubungkan Teluk Persia ke pasar energi dunia telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Presiden AS Donald Trump menyetujui gencatan senjata berdurasi dua minggu pada 7 April dengan imbalan Iran membuka penuh Selat Hormuz. Namun Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan karena membiarkan Israel melanjutkan kampanye militernya di Lebanon.

Selat Hormuz hampir sepenuhnya tetap tertutup selama masa gencatan senjata AS-Iran. Kedua pihak berselisih soal ketentuan perjanjian. Hanya segelintir kapal komersial yang melintas setiap harinya.

Perundingan antara Wakil Presiden AS JD Vance dan Mohammad Bagher Ghalibaf di Pakistan akhir pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan damai permanen. Trump mengatakan negosiator kedua negara bisa kembali bertemu di Pakistan akhir pekan ini untuk putaran kedua pembicaraan.

Iklan