Market

Pertagas Pasang Target 2026, Capex US$75 Juta dan Volume Gas 1.600 MMSCFD

PT Pertamina Gas (Pertagas) mencatat pertumbuhan operasional dan keuangan sepanjang 2025, lalu mengarahkan fokus 2026 pada penguatan infrastruktur energi nasional. Perusahaan menyiapkan capex US$75 juta, menargetkan volume transportasi gas 1.600 MMSCFD, serta melanjutkan proyek strategis seperti pipa BBM Cikampek–Plumpang dan optimalisasi LNG Arun.

4 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja Pertagas 2025 dan target capex serta volume gas pada 2026

Kinerja Pertagas 2025 dan target capex serta volume gas pada 2026 (Foto:PGAS)

Emitenhub.com - Pengembangan infrastruktur energi nasional tetap menjadi fokus utama PT Pertamina Gas (Pertagas), subholding gas dari PT Pertamina (Persero). Sepanjang 2025, perusahaan mencatat performa operasional yang solid dengan pertumbuhan di sejumlah lini bisnis utama yang menopang ketahanan energi nasional.

Direktur Utama Pertagas Indra Sembiring menyampaikan agenda strategis perusahaan pada 2026 diarahkan pada penguatan infrastruktur energi. Fokus tersebut mencakup peningkatan reliabilitas operasional serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11 Maret 2026).

Sepanjang 2025, aktivitas operasional Pertagas menunjukkan pertumbuhan di berbagai lini usaha inti. Kinerja transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, hingga distribusi LPG tercatat meningkat secara konsisten.

Pertumbuhan tersebut didukung sejumlah faktor operasional. Di antaranya peningkatan konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama, pengembangan infrastruktur distribusi energi yang semakin terintegrasi sepanjang rantai bisnis, serta peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan industri.

Sepanjang 2025, lini transportasi gas Pertagas mencatat volume penyaluran melampaui 1.500 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Realisasi tersebut meningkat sekitar 4 persen dibandingkan capaian sepanjang 2024.

Kinerja positif juga terlihat pada segmen transportasi minyak. Volume penyaluran tercatat lebih dari 174 ribu barrel oil per day (BOPD), tumbuh sekitar 8 persen seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari berbagai wilayah produksi.

Pada lini regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 billion british thermal unit per day (BBTUD), meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi LPG juga mengalami ekspansi sekitar 5 persen dengan volume penyaluran melampaui 450 ton per hari sepanjang 2025.

Pertumbuhan tersebut diikuti perluasan basis pelanggan di berbagai sektor. Pertagas melayani industri strategis sekaligus memperluas jangkauan ke segmen rumah tangga serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Layanan Pertagas saat ini mencakup lebih dari 60 pelanggan industri strategis dari berbagai sektor. Pelanggan tersebut berasal dari sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, hingga industri kaca. Selain itu, jaringan distribusi gas perusahaan juga telah menjangkau lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi infrastruktur, Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer. Perusahaan juga mengelola pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer yang menopang distribusi energi bagi berbagai sektor penting dalam perekonomian nasional.

Secara konsolidasi, Pertagas mencatat pendapatan sebesar 861,51 juta dolar Amerika Serikat sepanjang 2025. Kontribusi utama berasal dari kegiatan usaha transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi.

Kinerja keuangan turut tercermin pada capaian EBITDA yang mencapai 427,46 juta dolar AS, meningkat 15,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, laba bersih perusahaan juga mencatat pertumbuhan sebesar 21,43 persen secara tahunan.

Pencapaian tersebut mencerminkan fundamental operasional perusahaan yang tetap kuat. Efisiensi operasional dijaga dengan menempatkan keandalan serta keselamatan operasi sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas bisnis.

Memasuki 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional pada sejumlah lini utama. Volume transportasi gas diproyeksikan mencapai sekitar 1.600 MMSCFD, sementara transportasi minyak ditargetkan berada di kisaran 175 ribu BOPD.

Untuk mendukung target tersebut, perusahaan menyiapkan sejumlah langkah strategis. Berbagai inisiatif dijalankan untuk mendorong pertumbuhan volume distribusi sekaligus memperluas basis pelanggan di berbagai sektor.

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan, Pertagas juga menyiapkan belanja modal sekitar 75 juta dolar AS pada tahun ini. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur energi serta peningkatan keandalan jaringan di sejumlah wilayah operasi.

Salah satu proyek strategis yang tengah dijalankan adalah pembangunan jaringan pipa BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer. Infrastruktur ini dirancang untuk memperkuat sistem logistik energi nasional sekaligus menekan biaya distribusi serta mengurangi emisi transportasi darat, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Optimalisasi fasilitas LNG juga menjadi bagian dari agenda penguatan pasokan energi. Setelah revitalisasi tangki F-6004 LNG Arun di Aceh rampung, Pertagas berencana memaksimalkan pemanfaatannya untuk mendukung kebutuhan gas sektor industri dan kelistrikan.

Perusahaan juga membuka peluang pengembangan bisnis baru. Fokusnya mencakup peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, penguatan efisiensi rantai pasok operasional, serta penjajakan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane.

Sebagai perusahaan infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas menargetkan keberlanjutan pertumbuhan kinerja. Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas kontribusi perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor sejalan dengan agenda pembangunan Asta Cita Pemerintah.

Iklan