Saham BUMI Tertekan Aksi Jual Asing, Strategi Diversifikasi Lewat Aset Emas dan Tembaga Jalan Terus
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah pada perdagangan 23 Desember 2025 seiring derasnya aksi jual investor asing. Di tengah tekanan saham, BUMI tetap melanjutkan strategi diversifikasi melalui akuisisi aset emas Jubilee Metals Limited dan tembaga Wolfram Limited.
Pergerakan saham BUMI dan strategi diversifikasi Bumi Resources (Foto:BUMI)
Emitenhub - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 3,55 persen ke level Rp380 pada perdagangan Selasa (23/12/2025). Saham emiten pertambangan milik Grup Bakrie dan Salim tersebut tercatat banyak dilepas oleh investor asing.
Sebanyak 8,34 miliar saham Bumi Resources ditransaksikan dengan frekuensi 272.429 kali dan nilai transaksi mencapai Rp3,23 triliun. Pada perdagangan tersebut, saham berkode BUMI mencatatkan net sell asing sebesar Rp654,41 miliar.
Pelemahan ini terjadi setelah saham Bumi Resources sebelumnya melonjak 14,53 persen ke Rp394 pada perdagangan Senin (22/12/2025).
CGS International Sekuritas dalam Daily Support/Resistance 24 Desember 2025 mematok resistance pertama saham BUMI di level 399 dan resistance kedua di 417, yang menjadi proyeksi titik puncak pergerakan harian saham tersebut. Sementara itu, pivot point Bumi Resources berada di level 387, dengan support pertama di 369 dan support kedua di 357.
Di sisi lain, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan telah menyelesaikan proses akuisisi lanjutan terhadap Jubilee Metals Limited (JML), perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di Northern Queensland, Australia.
Dengan rampungnya transaksi tersebut, BUMI kini resmi menguasai 64,98 persen saham Jubilee Metals Limited.
Akuisisi JML sejalan dengan strategi diversifikasi jangka panjang BUMI yang menargetkan komposisi EBITDA konsolidasian berimbang 50:50 antara batu bara termal dan aset nonbatu bara termal pada 2031.
Transformasi bertahap ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan bisnis perseroan, mengurangi ketergantungan pada satu siklus komoditas, serta memposisikan BUMI agar tetap tumbuh di tengah transisi energi global.
Jubilee Metals Limited merupakan aset emas yang diproyeksikan segera memasuki tahap produksi, dengan cadangan bijih emas berkadar tinggi serta potensi peningkatan nilai dari kegiatan eksplorasi yang masih berjalan.
JML diperkirakan mulai melakukan kegiatan penambangan pada Juli 2026 dan menargetkan produksi sebesar 9,89 ribu ons emas sepanjang 2026.
“Mayoritas kepemilikan kami atas Jubilee Metals Limited menegaskan komitmen BUMI dalam menghadirkan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham. JML menghadirkan aset emas berkadar tinggi yang siap memasuki tahap produksi dalam waktu dekat dan memiliki potensi peningkatan signifikan, sekaligus melengkapi platform tembaga yang kami peroleh melalui akuisisi Wolfram,” ujar Presiden Direktur Bumi Resources, Adika Nuraga Bakrie, dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (20/12/2025).
Ia menambahkan, kombinasi kedua aset tersebut memperkuat peta jalan diversifikasi BUMI serta meningkatkan kemampuan perseroan dalam mencetak kinerja yang lebih stabil di berbagai siklus komoditas.
Sementara itu, Wolfram Limited yang baru-baru ini diakuisisi 100 persen oleh BUMI memberikan akses terhadap sumber daya tembaga yang signifikan dan memperluas kehadiran perseroan di koridor tembaga–emas Australia yang telah teruji. Wolfram ditargetkan kembali beroperasi pada Juni 2026 dan diperkirakan menghasilkan 9.334 ton tembaga ekuivalen sepanjang 2026.


