Laba BUMI Naik 20% Jadi US$81,01 Juta, Laba Usaha Melonjak 131%
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba US$81,01 juta pada 2025, naik 20,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan itu ditopang pertumbuhan pendapatan, penurunan beban pokok pendapatan, serta lonjakan laba usaha hingga 131,43 persen. Di sisi neraca, total aset BUMI juga meningkat menjadi US$4,21 miliar per Desember 2025.
Ilustrasi kinerja keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepanjang 2025 (Foto:BUMI)
Emitenhub.com PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat laba sebesar US$81,01 juta pada 2025. Angka itu tumbuh 20,05 persen dibandingkan US$67,47 juta pada 2024. Laba per saham juga naik menjadi US$0,22 dari US$0,18.
Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan pada Senin, 30 Maret 2026, pendapatan bersih BUMI mencapai US$1,42 miliar. Nilai itu meningkat 4,78 persen dari US$1,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor terbesar pendapatan BUMI pada 2025 berasal dari penjualan batu bara kepada pihak ketiga senilai US$1,17 miliar atau sekitar 82,49 persen dari total pendapatan. Sementara itu, penjualan emas kepada pihak ketiga menyumbang US$242,31 juta dan penjualan perak sebesar US$7,04 juta.
BUMI mencatat penurunan beban pokok pendapatan sebesar 1,23 persen menjadi US$1,17 miliar pada 2025, dari US$1,19 miliar pada 2024. Efisiensi ini mendorong laba kotor emiten batu bara tersebut melonjak 47,14 persen menjadi US$249,10 juta, dibandingkan US$169,29 juta pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, beban usaha BUMI turun tipis menjadi US$107,77 juta pada 2025 dari US$108,22 juta pada 2024. Laba usaha perseroan pun melesat 131,43 persen menjadi US$141,22 juta, dari US$61,06 juta pada tahun sebelumnya.
Per Desember 2025, total aset BUMI tercatat sebesar US$4,21 miliar, naik 1,32 persen dari US$4,16 miliar pada akhir 2024. Pada periode yang sama, total liabilitas perseroan tercatat US$1,33 miliar, sedangkan ekuitas mencapai US$2,88 miliar.


