Saham

Laba SIPD Meledak 783% Jadi Rp29,32 Miliar, Beban Keuangan Turun dan Liabilitas Susut

PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) mencatat laba bersih Rp29,32 miliar sepanjang 2025, melonjak 783,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja itu ditopang kenaikan laba kotor, penurunan beban keuangan, serta lonjakan keuntungan lain-lain. Di sisi neraca, liabilitas dan defisit perseroan juga tercatat menurun.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi kinerja keuangan PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) sepanjang 2025

Ilustrasi kinerja keuangan PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) sepanjang 2025 Foto:SIPD)

Emitenhub.com - PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) melanjutkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih Rp29,32 miliar. Angka itu melonjak 783,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,32 miliar. Laba per saham dasar dan dilusian juga naik menjadi Rp15,95 dari Rp1,81.

Sepanjang 2025, penjualan bersih tercatat Rp5,44 triliun. Nilai itu tumbuh tipis 1,49 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,36 triliun. Beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp4,94 triliun dari Rp4,86 triliun, sementara laba kotor naik menjadi Rp496,03 miliar dari Rp492,55 miliar.

Beban penjualan naik menjadi Rp269,92 miliar dari Rp236,26 miliar. Di sisi lain, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp189,87 miliar dari Rp191,36 miliar. Perubahan nilai wajar aset biologis tercatat Rp49,1 miliar, berbalik dari minus Rp1,07 miliar, sementara penghasilan keuangan turun menjadi Rp7,3 miliar dari Rp18,19 miliar.

Beban keuangan turun menjadi Rp59,37 miliar dari Rp68,32 miliar. Sementara itu, keuntungan lain-lain melonjak menjadi Rp21,76 miliar dari Rp2,13 miliar. Beban pajak penghasilan naik menjadi Rp25,71 miliar dari Rp12,52 miliar, sedangkan laba tahun berjalan melesat menjadi Rp29,32 miliar dari Rp3,32 miliar.

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas tercatat Rp1,24 triliun, naik dari Rp1,2 triliun pada akhir tahun sebelumnya. Defisit menyusut menjadi Rp680,59 miliar dari Rp709,25 miliar. Total liabilitas turun menjadi Rp1,65 triliun dari Rp1,91 triliun, sementara total aset tercatat Rp2,88 triliun, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp3,12 triliun.

Iklan