Saham

Ekspansi CDIA Kian Agresif, Emiten Prajogo Pangestu Perkuat Transaksi Afiliasi hingga Armada Logistik

PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) mempercepat ekspansi bisnis melalui transaksi afiliasi, penambahan armada logistik, dan diversifikasi pendapatan. Strategi ini dinilai memperkuat posisi CDIA dalam ekosistem Grup Chandra Asri sekaligus menopang pertumbuhan jangka panjang.

5 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Ekspansi bisnis Chandra Daya Investasi CDIA melalui transaksi afiliasi dan armada baru

Ilustrasi Chandra Daya Investasi atau pergerakan saham CDIA di Bursa Efek Indonesia Foto:CDIA

Emitenhub.com - Emiten terafiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), tercatat gencar melakukan ekspansi bisnis menjelang akhir 2025. Langkah ini sejalan dengan strategi penguatan portofolio dan pertumbuhan jangka panjang perseroan.

Terbaru, anak usaha investasi infrastruktur yang pemegang saham utamanya adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) atau Chandra Asri Group tersebut aktif melakukan transaksi afiliasi. Aksi ini dilakukan untuk mendukung ekspansi grup, setelah sebelumnya menambah aset logistik strategis serta mempercepat diversifikasi sumber pendapatan.

Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 22 Desember 2025, CDIA mengumumkan transaksi afiliasi berupa pemberian fasilitas pinjaman hingga US$95 juta kepada entitas terafiliasi, Chandra Asri Capital Pte. Ltd. (CAC).

Perjanjian pinjaman tersebut ditandatangani pada 18 Desember 2025 dengan jangka waktu hingga 31 Desember 2030. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan pendanaan CAC, termasuk rencana investasi perseroan di Singapura.

Manajemen PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) menyampaikan bahwa transaksi tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi dan ekspansi usaha Grup Chandra Asri Pacific. Chandra Asri Capital Pte. Ltd. (CAC) merupakan entitas holding berbasis di Singapura yang berperan sebagai kendaraan investasi grup dalam pengembangan bisnis energi di tingkat regional.

“Saat ini, CAC berencana melakukan investasi. Investasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Grup PT CAP dalam mengembangkan bisnis energinya di wilayah Singapura,” ujar direksi CDIA dalam keterbukaan informasi.

Perseroan menegaskan nilai transaksi tersebut setara dengan 9,54% dari total ekuitas CDIA per 30 Juni 2025 yang mencapai US$995,99 juta. Dengan demikian, transaksi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material maupun transaksi benturan kepentingan.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi Grup PT CAP untuk memperkuat sinergi serta ekspansi usahanya, serta diharapkan memberikan nilai tambah bagi perseroan di masa mendatang,” tulis manajemen CDIA.

Sebagai catatan, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) dalam beberapa waktu terakhir tercatat aktif melakukan sejumlah transaksi afiliasi. Sebelumnya, pada November 2025, CDIA memberikan fasilitas pinjaman kepada dua entitas afiliasi di Singapura, yakni Aster Port and Terminal Pte. Ltd. dan Aster Power Pte. Ltd., masing-masing hingga US$80 juta dan US$60 juta. Pendanaan tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan bisnis pelabuhan serta transmisi dan distribusi listrik.

Pola pendanaan internal ini mencerminkan peran CDIA sebagai penyedia infrastruktur sekaligus pendukung ekspansi dalam ekosistem Grup Chandra Asri. Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antarlini usaha grup.

Di sisi operasional, CDIA juga memperkuat fondasi bisnis melalui ekspansi aset riil. Pada awal Desember 2025, CDIA melalui anak usaha di pilar logistik, PT Chandra Shipping International (CSI), meluncurkan armada kapal logistik kimia cair terbaru berkapasitas 9.000 deadweight tonnage (DWT) bernama Novah.

Kapal tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2026 dan akan melayani rute domestik maupun internasional.

Performa Keuangan PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA)

Manajemen CDIA menilai kehadiran kapal Novah akan meningkatkan fleksibilitas dan kapasitas logistik grup, khususnya dalam mendukung distribusi industri kimia. Dalam pengembangannya, CDI Group menggandeng Usuki Shipyard asal Jepang guna memastikan penerapan standar teknologi serta efisiensi operasional armada.

Dengan tambahan armada tersebut, total kapal yang dioperasikan PT Chandra Shipping International (CSI) meningkat menjadi 13 unit. Kapal Novah dirancang untuk beroperasi lintas wilayah guna menunjang kebutuhan logistik yang semakin kompleks.

“Dengan kemampuan beroperasi lintas wilayah, kehadiran kapal Novah meningkatkan fleksibilitas serta kapasitas logistik CDI Group dalam mendukung kebutuhan industri kimia yang terus berkembang,” tulis manajemen CDIA dalam keterangannya, Rabu (10/12/2025).

Penambahan kapal logistik ini juga sejalan dengan agenda hilirisasi industri kimia yang dijalankan Chandra Asri Group sebagai induk usaha. Proyek seperti Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (EDC) membutuhkan sistem distribusi kimia cair yang aman, efisien, dan berkapasitas besar guna menjaga kelancaran rantai pasok bahan baku maupun produk hilir ke berbagai pasar.

Hasil Kinerja Saham CDIA

Pada penutupan perdagangan jelang libur Natal 2025, Rabu (24/12/2025), harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) tercatat melemah 2,94% ke level Rp1.650. Pergerakan tersebut mencerminkan tren koreksi dalam sepekan terakhir sebesar 6,52% dan penurunan 14,51% dalam satu bulan terakhir.

Meski demikian, secara kumulatif sejak pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025, harga saham CDIA telah melonjak 768,42% hingga mencapai level tersebut.

Sejalan dengan berbagai katalis ekspansi yang dijalankan perseroan, BCA Sekuritas dalam riset tertanggal 23 Desember 2025 menilai prospek pertumbuhan CDIA tetap konstruktif. Sekuritas ini memproyeksikan pendapatan CDIA berpotensi menembus US$523 juta pada 2029.

Analis BCA Sekuritas Muhammad Fariz menilai PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) tengah memasuki fase diversifikasi pendapatan guna memperkuat arus kas dan mengurangi ketergantungan pada sektor energi. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2025, pendapatan CDIA masih didominasi penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan sebesar US$68,23 juta atau sekitar 65% dari total pendapatan.

Di sisi lain, kontribusi jasa sewa kapal tercatat melonjak signifikan menjadi US$24,67 juta, dari sebelumnya hanya US$1,84 juta pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini mencerminkan mulai berperannya segmen logistik dalam struktur pendapatan perseroan.

Selain itu, CDIA juga membukukan pendapatan dari penjualan bahan bakar sebesar US$7,72 juta, serta sewa tangki dan dermaga sebesar US$4,19 juta. Diversifikasi ini dinilai memperluas basis pendapatan perseroan.

“Dalam 3–5 tahun ke depan, CDIA menargetkan komposisi pendapatan yang lebih seimbang, dengan 47% energi, 40% pelabuhan dan penyimpanan, serta 13% logistik,” ujar Fariz dalam risetnya, dikutip Jumat (26/12/2025).

Diversifikasi tersebut diproyeksikan dipercepat melalui monetisasi aset dalam ekosistem Grup Chandra Asri, sekaligus perluasan basis pelanggan ke pihak ketiga. Menurut analis, strategi ini berpotensi menghadirkan kombinasi portofolio antara aset bertumbuh dan aset defensif bagi CDIA.

Dari sisi valuasi, BCA Sekuritas memperkirakan nilai wajar saham CDIA sebesar Rp2.340 per saham berdasarkan pendekatan discounted cash flow. Valuasi tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 41,8% dari harga pasar saat ini.

Sementara itu, dengan menggunakan pendekatan dividend discount model, nilai wajar saham CDIA diperkirakan berada di kisaran Rp2.215 per saham..

Iklan