Saham CDIA Menguat Jelang Dividen Interim, Asing dan Broker Ramai Borong
Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ditutup menguat setelah tiga hari melemah, seiring aksi beli investor asing dan sejumlah broker. Penguatan terjadi menjelang cum date dividen interim CDIA yang ditetapkan sebesar Rp 1,34 per saham.
Pergerakan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) di tengah perdagangan Bursa Efek Indonesia (Foto:CDIA)
Emitenhub.com - Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ditutup menguat tipis 0,30% ke level Rp 1.660 pada perdagangan Kamis (8/1/2026). Saham emiten milik Prajogo Pangestu tersebut tercatat ramai diborong investor.
Sebanyak 102,55 juta saham Chandra Daya Investasi berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 22.353 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 171,72 miliar. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) pada saham berkode CDIA senilai Rp 3,46 miliar.
Selain investor asing, saham anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini juga diborong sejumlah broker. Mandiri Sekuritas mencatatkan net buy sebesar Rp 14 miliar, disusul Phillip Sekuritas Rp 4 miliar, BCA Sekuritas Rp 3,8 miliar, UBS Sekuritas Rp 2,4 miliar, serta Henan Putihrai Rp 2,2 miliar.
Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mulai bergerak di zona hijau setelah mencatatkan pelemahan selama tiga hari bursa berturut-turut sebelumnya.
Pada Jumat, 9 Januari 2026, saham CDIA memasuki periode cum date dividen interim. Emiten menetapkan dividen interim sebesar Rp 167,67 miliar atau setara Rp 1,34 per saham.
Sesuai jadwal, tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date) ditetapkan pada 12 Januari 2026. Adapun cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 8 Januari 2026, sementara ex dividen jatuh pada 9 Januari 2026. “Tanggal pembayaran dividen pada 29 Januari 2026,” sebut manajemen CDIA.
BCA Sekuritas sebelumnya menilai saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menggunakan dua pendekatan, yakni Discounted Cash Flow (DCF) dan Dividend Discount Model (DDM).
Berdasarkan pendekatan DCF, nilai wajar saham CDIA ditetapkan sebesar Rp 2.340 per lembar. Penilaian tersebut mempertimbangkan posisi CDIA yang masih berada dalam fase ekspansi serta kemampuan perusahaan mencatatkan pertumbuhan tahunan di atas 20%.
Sementara itu, melalui metode DDM dengan asumsi dividend payout ratio sekitar 40%, nilai wajar saham CDIA berada di level Rp 2.215 per lembar.


