Transaksi Saham BUMI Pecah Rekor, Target Penjualan Batu Bara 2026 Jadi Sorotan
Saham BUMI mencetak rekor nilai transaksi tertinggi dalam satu dekade seiring meningkatnya minat investor institusi global. Di sisi operasional, Bumi Resources menargetkan penjualan batu bara 77–78 juta ton pada 2026 dengan kinerja operasional yang tetap terjaga.
Saham BUMI melonjak dan berpeluang masuk indeks MSCI Februari 2026 (Foto:BUMI)
Emitenhub.com - Total nilai transaksi saham BUMI tercatat menembus ratusan triliun rupiah dan memecahkan rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Sepanjang 2025, saham BUMI mencuri perhatian pasar seiring kenaikan harga yang signifikan. Harga saham perseroan mampu ditutup di level Rp366 per lembar.
Sejalan dengan penguatan harga tersebut, aktivitas perdagangan saham BUMI juga melonjak tajam. Berdasarkan data Bloomberg, total nilai transaksi saham BUMI sepanjang 2025 mencapai Rp130,24 triliun, menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Sebelum mencetak rekor tersebut, nilai transaksi saham BUMI tertinggi sebelumnya tercatat pada 2022 dengan total sekitar Rp84 triliun. Pencapaian terbaru ini menunjukkan lonjakan aktivitas perdagangan yang jauh melampaui periode-periode sebelumnya.
Sepanjang 2025, saham BUMI juga mendapat perhatian besar dari investor institusi. Salah satu yang menonjol adalah The Vanguard Group Inc., yang tercatat aktif melakukan akumulasi saham.
Berdasarkan catatan sebelumnya, kepemilikan Vanguard atas saham BUMI meningkat signifikan. Dari sekitar 4,63 miliar lembar saham pada akhir 2024, jumlah tersebut bertambah sekitar 2,03 miliar lembar menjadi 6,67 miliar saham menjelang akhir 2025.
Bahkan, Vanguard tercatat masih menambah kepemilikan dengan membeli sekitar 82,81 juta lembar saham BUMI pada sesi perdagangan terakhir tahun tersebut.
Seiring aksi akumulasi yang konsisten sepanjang 2025, nilai portofolio saham BUMI yang dimiliki Vanguard mencapai sekitar Rp3,08 triliun. Vanguard sendiri pertama kali tercatat masuk sebagai investor pada September 2023.
Dengan rata-rata harga perolehan di kisaran Rp134,88 per saham, Vanguard saat ini masih menikmati potensi capital gain yang signifikan, sejalan dengan lonjakan harga saham BUMI.
Target Produksi Emiten BUMI Pada Tahun 2026
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2025, Bumi Resources mencatatkan pendapatan sebesar US$1.037,3 juta hingga akhir September 2025. Capaian tersebut tumbuh 11,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$926,9 juta.
Seiring peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 5,1 persen secara tahunan, dari US$833,3 juta menjadi US$876,0 juta. Beban usaha tercatat naik 12,8 persen year-on-year, dari US$68,2 juta pada kuartal III/2024 menjadi US$76,9 juta pada akhir kuartal III/2025.
Meski tekanan biaya meningkat, Bumi Resources berhasil mencatatkan lonjakan laba usaha yang signifikan. Laba usaha perseroan melonjak 231,9 persen secara tahunan menjadi US$84,4 juta hingga akhir September 2025, mencerminkan perbaikan kinerja operasional di tengah dinamika industri batu bara.
Setelah memperhitungkan berbagai beban, termasuk pajak penghasilan, Bumi Resources mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$29,4 juta pada kuartal III/2025. Capaian tersebut turun 76,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$122,9 juta.
Manajemen Bumi Resources menyampaikan bahwa di tengah kondisi pasar yang menantang dan tekanan penurunan harga batu bara, perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas operasional dengan margin yang membaik. Hasil tersebut didukung oleh peningkatan efisiensi serta pengelolaan biaya yang dijalankan secara disiplin.
Sementara itu, Bumi Resources menargetkan volume penjualan batu bara berada di kisaran 77 juta hingga 78 juta ton pada 2026. Target tersebut relatif sejalan dengan capaian penjualan pada 2025 dan mencerminkan pendekatan konservatif di tengah dinamika pasar komoditas.
Direktur Bumi Resources, Maringan M. Ido Hotna, menjelaskan bahwa panduan kinerja perseroan untuk 2026 tidak mengalami perubahan signifikan. Target penjualan Kaltim Prima Coal (KPC) ditetapkan sebesar 53,5 juta ton, sementara Arutmin diproyeksikan berkontribusi sekitar 22 juta hingga 23 juta ton.
Dengan komposisi tersebut, total penjualan batu bara BUMI pada 2026 diperkirakan berada di rentang 77–78 juta ton.


