Saham BUMI Anjlok 5,63% ke Rp436, Asing Net Sell Rp437,9 Miliar
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup melemah 5,63 persen ke Rp436 pada perdagangan Senin, di tengah tekanan jual asing. Meski demikian, investor domestik tercatat aktif menyerap saham BUMI, sementara sejumlah sekuritas masih memetakan area teknikal dan target harga lanjutan.
Pergerakan saham Bumi Resources Tbk melemah di tengah tekanan pasar (Foto:BUMI)
Emitenhub.com - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup melemah 5,63 persen ke level Rp436 pada akhir perdagangan Senin (12/1/2026). Tekanan pergerakan saham emiten pertambangan tersebut dipicu oleh aksi jual investor asing.
Aktivitas perdagangan BUMI tergolong tinggi dengan volume mencapai 9,76 miliar saham, frekuensi 368.352 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp4,31 triliun. Dari sisi aliran dana, saham ini mencatatkan net sell asing senilai Rp437,9 miliar.
Di tengah tekanan asing, minat investor domestik tercatat tetap kuat. Saham BUMI diserap oleh sejumlah broker dengan porsi net buy, di antaranya BCA Sekuritas sebesar Rp113,8 miliar, Mandiri Sekuritas Rp113,5 miliar, dan Stockbit Sekuritas Rp106,4 miliar.
Pelemahan saham BUMI berlangsung seiring tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terkoreksi sekitar 2 persen sebelum kembali memantul. Menurut BRI Danareksa Sekuritas, koreksi tersebut lebih mencerminkan aksi ambil untung, sementara arah tren IHSG secara umum masih berada dalam fase bullish.
Dalam analisis teknikalnya, Kiwoom Sekuritas mencatat level 436 sebagai titik stoploss saham Bumi Resources. Adapun area resistance pertama berada di 478 dan resistance kedua di 491, sementara level support pertama tercatat di 454 dengan support lanjutan di 443.
Sementara itu, MNC Sekuritas menetapkan target harga pertama saham BUMI di level 486 dan target harga kedua di 510. Sebelumnya, Phintraco Sekuritas juga masih mencantumkan target harga saham BUMI di kisaran Rp500.


