Saham BUMI Anjlok 12,9% dalam Sepekan ke Rp216 – Valuasi Masih Premium!
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami koreksi tajam 12,90 persen dalam sepekan ke level Rp216. Meski valuasi masih premium dengan PER 60,09 kali dan EV/EBITDA 34,80 kali, profitabilitas perseroan relatif terbatas. Namun struktur keuangan tetap sehat dan kinerja jangka panjang masih positif dengan kenaikan laba 2025.
Saham BUMI Anjlok 12,9 Persen dalam Sepekan ke Level Rp216 (Foto:BUMI)
Emitenhub.com - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami tekanan jual dalam sepekan terakhir (20-24 April 2026). Harga sahamnya anjlok 12,90 persen dan ditutup di level Rp216.
Meski mengalami koreksi, valuasi saham BUMI masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Stockbit, PER perseroan berada di level 60,09 kali, EV/EBITDA 34,80 kali, P/S 3,42 kali, dan PBV 2,97 kali.
Dari sisi profitabilitas, kinerja BUMI masih relatif terbatas. Return on equity (ROE) tercatat 4,94 persen dan return on assets (ROA) 1,89 persen.
Meski demikian, margin operasional perseroan masih cukup terjaga dengan gross profit margin 22,66 persen, operating profit margin 14,70 persen, dan net profit margin 13,32 persen.
Struktur keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tergolong sehat. Debt to equity ratio berada di level rendah 0,28, sementara current ratio dan quick ratio masing-masing tercatat 1,25.
Secara bulanan, saham BUMI melemah 4,42 persen. Dalam tiga bulan terakhir koreksinya mencapai 40 persen. Secara year to date (YTD), saham ini sudah turun 40,98 persen.
Meski demikian, dalam jangka panjang saham BUMI masih menunjukkan kinerja positif. Dalam enam bulan terakhir saham ini menguat 61,19 persen, sementara dalam satu tahun melonjak lebih dari 101 persen. Bahkan dalam tiga tahun, lima tahun, hingga sepuluh tahun, saham BUMI mencatat penguatan berturut-turut 77,05 persen, 232,31 persen, dan 332 persen.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat lonjakan laba sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar USD122,3 juta, naik dari USD90,1 juta pada 2024.
Kenaikan laba ini didorong pertumbuhan pendapatan yang mencapai USD1,42 miliar. Laba usaha perseroan juga melonjak signifikan menjadi USD141,3 juta dari USD61,0 juta tahun sebelumnya. Sementara laba bruto meningkat menjadi USD249,1 juta dari USD169,2 juta.


