Saham

Saham BUMI Tembus Target Analis, Masih Ada Ruang ke Level 500?

Saham BUMI kembali melonjak dan melampaui target analis, meski dibayangi aksi jual asing. Artikel ini membahas proyeksi teknikal terbaru, peran diversifikasi bisnis, serta potensi dan risiko saham Bumi Resources ke depan.

3 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Lonjakan harga saham BUMI dan analisis target selanjutnya (Foto:BUMI)

Pergerakan saham BUMI dan peluang masuk MSCI Indonesia Global Standard Index (Foto:Bumi)

Emitenhub.com - Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) kembali mencatatkan lonjakan signifikan dengan penguatan 10,48% ke level Rp464 pada akhir perdagangan. Kenaikan ini terjadi meskipun saham emiten Grup Bakrie dan Salim tersebut justru dibayangi aksi jual oleh investor asing.

Sepanjang perdagangan, sebanyak 13,05 miliar saham BUMI berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 458.281 kali dan nilai transaksi sekitar Rp5,91 triliun. Dalam periode yang sama, investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp271,53 miliar pada saham berkode BUMI.

Lonjakan harga saham BUMI tersebut tergolong di luar perkiraan pelaku pasar. Pasalnya, dalam analisis teknikal sebelumnya, Kiwoom Sekuritas mematok target harga saham BUMI di kisaran 451, sementara pergerakan harga justru melampaui level tersebut.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai pergerakan saham BUMI masih berada dalam tren bullish. Penguatan harga dinilai tetap terjaga, tercermin dari terbentuknya pola higher high yang menunjukkan dominasi minat beli.

Dalam analisis teknikalnya, BRIDS memperkirakan saham BUMI masih memiliki ruang penguatan lanjutan. Secara teknikal, potensi pergerakan harga selanjutnya diproyeksikan mengarah ke area resistance terdekat di kisaran level 480-an.

Perkiraan level resistance saham BUMI dari BRIDS tersebut merupakan pembaruan, mengingat sebelumnya broker ini memproyeksikan potensi penguatan lanjutan di kisaran 430–450 yang kini telah terlampaui. Pergerakan harga yang melampaui proyeksi awal tersebut menandakan adanya akselerasi minat beli di pasar.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menempatkan target harga saham BUMI pada level 500 sebagai target lanjutan. Perbedaan proyeksi ini memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai seberapa jauh ruang kenaikan saham Bumi Resources masih terbuka.

BRI Danareksa Sekuritas juga mengulas sejumlah faktor yang dinilai mendorong lonjakan harga saham BUMI. Salah satu faktor utama yang disoroti adalah langkah diversifikasi bisnis yang dijalankan perseroan, yang dinilai berpotensi memperkuat prospek jangka menengah perusahaan.

Menurut broker tersebut, BUMI memperkuat posisi strategisnya di sektor mineral serta memperluas ekspansi di luar bisnis batu bara. Hal ini tercermin dari peningkatan porsi kepemilikan perseroan menjadi sekitar 64,98% di Jubilee Metals Limited (JML) setelah pelaksanaan rights issue.

Sebelumnya, pengamat pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, menilai lonjakan saham BUMI didukung oleh minat beli yang solid, peningkatan volume transaksi, serta sentimen positif dari langkah diversifikasi bisnis yang dijalankan perusahaan.

“BUMI kini tidak lagi bertumpu pada bisnis batu bara semata. Ekspansi ke sektor emas dan tembaga membuat prospek jangka menengah perseroan terlihat lebih menarik,” ujar Hendra dalam ulasannya.

Secara realistis, ia menilai peluang pergerakan saham menuju level 500 masih terbuka apabila kinerja fundamental terus membaik dan proyek diversifikasi dapat berjalan sesuai rencana. Namun demikian, target tersebut lebih mencerminkan skenario optimistis, bukan sebuah kepastian.

Hendra juga mengingatkan bahwa potensi keuntungan besar pada saham BUMI tetap diiringi dengan tingkat volatilitas yang tinggi. Oleh karena itu, pengelolaan risiko dan penyesuaian strategi dengan profil investasi masing-masing investor menjadi hal yang krusial.

Iklan