BRMS Habiskan Dana Eksplorasi USD3,20 Juta pada Kuartal IV-2025, Fokus Emas dan Tembaga
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merealisasikan belanja eksplorasi sebesar USD3,20 juta pada kuartal IV-2025. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan operasi produksi emas serta tembaga melalui sejumlah entitas anak di berbagai wilayah tambang.
Aktivitas eksplorasi dan operasi produksi tambang emas dan tembaga BRMS (Sumber:BRMS)
Emitenhub.com - Komitmen penguatan basis sumber daya tetap berlanjut di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sepanjang kuartal IV-2025, tercermin dari alokasi dana eksplorasi sebesar USD3,20 juta atau setara Rp53,76 miliar dengan asumsi kurs Rp16.800 per dolar AS.
Dalam rentang Oktober hingga Desember 2025, aktivitas eksplorasi tersebut dijalankan melalui lima entitas anak, yaitu PT Citra Palu Minerals, PT Dairi Prima Mineral, PT Gorontalo Minerals, PT Linge Mineral Resources, serta PT Suma Heksa Sinergi.
Fokus belanja eksplorasi di tingkat entitas anak tercermin dari realisasi dana PT Citra Palu Minerals sebesar USD747.040,10 yang dialokasikan untuk empat blok eksplorasi emas serta satu blok operasi produksi yang berlokasi di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.
Pada lingkup operasional, perseroan melanjutkan pengeboran sumber daya di Prospek River Reef–Watuputih, Blok I Poboya, dengan akumulasi kedalaman pengeboran mencapai 89.582,40 meter hingga akhir Desember 2025, di mana sebanyak 356 titik telah diselesaikan, termasuk tiga titik bor hidrogeologi dan 13 titik bor geotek.
Di sisi lain, PT Dairi Prima Mineral mencatat biaya operasi produksi sebesar USD21.275,86, tanpa disertai aktivitas eksplorasi sepanjang periode Oktober hingga Desember 2025, seiring selesainya tahapan eksplorasi di Prospek Anjing Hitam yang kini telah memasuki fase Operasi Produksi.
Di luar Prospek Anjing Hitam, wilayah Kontrak Karya Dairi Prima Mineral masih mencakup sejumlah prospek lain dengan tahapan kegiatan yang beragam, mulai dari eksplorasi regional hingga pengeboran deliniasi sumber daya.
Di antara portofolio tersebut, Prospek Lae Jehe menjadi salah satu yang paling maju pengembangannya, dengan lokasi sekitar 200 meter di barat laut Prospek Anjing Hitam.
Prospek Lae Jehe saat ini telah berada pada tahap pengeboran deliniasi sumber daya dan akan terus dikembangkan hingga diperoleh sumber daya mineral dengan klasifikasi terukur dan tertunjuk yang lebih dominan.
Alokasi dana terbesar di antara entitas anak BRMS pada periode tersebut dilakukan oleh PT Gorontalo Minerals, yang menggelontorkan dana sebesar USD1.817.796,70 untuk kegiatan operasi produksi emas dan tembaga di sejumlah area, mencakup Kompleks Cabang Kiri Blok I (Tombulialto), Kompleks Motomboto Blok I (Tombulilato), Kompleks Sungai Mak Blok I (Tombulialto), Prospek Kayubulan Blok I (Tombulilato), serta Area Gunung Lintah Blok I (Tombulilato).
Dalam lingkup eksplorasi, perusahaan melaksanakan pengeboran di Prospek Cabang Kiri East, Blok I Tombulilato, dengan akumulasi kedalaman pengeboran mencapai 15.730,4 meter hingga periode pelaporan.
Selain aktivitas pengeboran, PT Gorontalo Minerals juga melanjutkan pemetaan geologi serta pengambilan sampel batuan permukaan di area Gunung Lintah dan Mono, Blok I Tombulilato, bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan ridge spur soil sampling pada area yang sama.
Belanja eksplorasi juga direalisasikan oleh PT Linge Mineral Resources dengan total nilai USD338.794,52 yang difokuskan pada kegiatan eksplorasi tambang emas di Prospek Bulan (Proyek Abong), Prospek Bintang 1 (Proyek Abong), Prospek Bintang 2 (Proyek Abong), serta eksplorasi regional di wilayah IUP.
Sementara itu, PT Suma Heksa Sinergi mencatat pengeluaran sebesar USD277.009,01 untuk kegiatan operasi produksi pertambangan emas dan perak yang berlangsung di Prospek Pasir Karang, Regional North Pasir Karang, Regional West Pasir Awi, dan Regional Northeast Gember.


