Saham

Sinarmas Sekuritas Naikkan Target Harga RMKE ke Rp10.000, Rekomendasi BUY Dipertahankan

Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) dengan menaikkan target harga menjadi Rp10.000 per saham. Penilaian positif didukung kapasitas logistik yang belum optimal dimanfaatkan serta visibilitas pertumbuhan volume hingga 2027.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Fasilitas logistik batubara PT RMK Energy Tbk di Sumatera Selatan

Fasilitas logistik batubara PT RMK Energy Tbk di Sumatera Selatan (Foto:RMKE)

Emitenhub.com - Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi BUY (BELI) atas saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) dengan menaikkan target harga menjadi Rp10.000 per saham. Penyesuaian ini menegaskan pandangan positif terhadap prospek kinerja emiten logistik batu bara tersebut.

Optimisme tersebut disampaikan dalam laporan riset bertajuk “On-The-Ground: RMKE Coal Logistics Flow” yang dikutip Senin (12/1/2025). Laporan ini disusun setelah tim analis melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas operasional RMKE di Sumatera Selatan untuk meninjau langsung alur logistik batu bara perseroan.

Kunjungan lapangan tersebut memberikan gambaran menyeluruh atas integrasi operasional RMKE, mulai dari proses pembongkaran kereta di Stasiun Simpang hingga pengangkutan ke segmen hilir melalui Pelabuhan Musi 2.

Dalam laporan risetnya, Sinarmas Sekuritas mencatat infrastruktur RMKE masih memiliki kapasitas terpasang yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini membuka ruang peningkatan volume operasional tanpa memerlukan tambahan belanja modal dalam skala besar.

Laporan tersebut menyebutkan fasilitas Stasiun Simpang memiliki lima jalur pembongkaran dengan kapasitas terpasang hingga 30 juta ton per tahun. Pada 2025, realisasi volume bongkar tercatat sekitar 9 juta ton, sehingga tingkat utilisasi baru mencapai 30 persen.

Kondisi tersebut menegaskan tersedianya ruang ekspansi volume batubara tanpa tekanan kapasitas dalam waktu dekat. Dari perspektif pasar modal, ketersediaan kapasitas ini menjadi faktor pendukung fleksibilitas operasional perseroan.

Sarana angkutan melalui jalan khusus sepanjang 8 kilometer memiliki kemampuan angkut sekitar 15,1 juta ton batubara per tahun. Kapasitas tersebut sejalan dengan target manajemen RMKE untuk 2026.

Di sisi hilir, Pelabuhan Musi 2 dioperasikan dengan lima jalur conveyor belt yang mampu memuat hingga 32 juta ton batubara per tahun ke tongkang. Kapasitas ini sejalan dengan kemampuan bongkar di Stasiun Simpang, sehingga rantai pasok berjalan tanpa hambatan struktural.

Sinarmas Sekuritas mencatat saham RMKE telah mencatatkan kenaikan sekitar 100 persen sejak inisiasi awal. Penyesuaian target harga menjadi Rp10.000 per saham didorong oleh realisasi volume bongkaran yang melampaui ekspektasi awal, dengan manajemen membidik volume hingga 15 juta ton pada 2026.

Dalam kajian yang sama, RMKE dipandang berada pada jalur strategis untuk mencapai volume 20 juta ton pada 2027. Posisi ini ditopang oleh kesiapan infrastruktur logistik yang telah terbangun.

Dukungan eksternal juga menjadi faktor penting. Kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang melarang angkutan batubara melalui jalan umum secara struktural mengalihkan arus volume ke sistem logistik berbasis rel dan pelabuhan, termasuk fasilitas yang dioperasikan RMKE.

Dengan visibilitas volume yang dinilai kuat, struktur operating leverage yang berkelanjutan, serta lingkungan regulasi yang mendukung, laporan riset Sinarmas Sekuritas menilai tren positif saham RMKE masih terjaga.

Iklan