RMKE Gandeng Anak Usaha BUMI, Siap Perluas Logistik Batubara di Sumsel
PT RMK Energy Tbk. (RMKE) menandatangani nota kesepahaman dengan anak usaha PT Bumi Resources Tbk., PT Pendopo Energi Batubara (PEB), untuk pengembangan infrastruktur tambang dan logistik batubara di Sumatera Selatan. Kerja sama ini mencakup pembangunan jalan akses, stasiun muat, penggunaan pelabuhan RMKE, hingga dukungan distribusi batubara dari area tambang ke pelabuhan.
Ilustrasi kinerja keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepanjang 2025 (Foto:BUMI)
Emitenhub.com - PT RMK Energy Tbk. (RMKE) memperluas langkah penguatan rantai logistik batubara lewat penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Bumi Resources Tbk. melalui anak usahanya, PT Pendopo Energi Batubara (PEB). Kerja sama ini diarahkan pada pengembangan infrastruktur pertambangan dan optimalisasi logistik batubara di Sumatera Selatan.
Kesepahaman tersebut ditandatangani di Jakarta pada 11 Maret 2026. Dokumen kerja sama diteken oleh Direktur Utama PEB Maringan M. Ido Hotna Hutabarat dan Direktur Utama RMK Energy Vincent Saputra.
Kolaborasi ini disusun untuk menyinergikan kapasitas kedua pihak dalam mendukung distribusi batubara. Dalam skema tersebut, RMKE akan membangun infrastruktur logistik yang menghubungkan area tambang PEB dengan jaringan logistik milik perseroan.
Fasilitas yang disiapkan meliputi jalan hauling, stasiun muat, stasiun bongkar, hingga pelabuhan. Rangkaian infrastruktur ini menjadi penopang distribusi batubara dari wilayah tambang sampai titik pengiriman.
Dalam kerja sama tersebut, RMKE melalui entitas afiliasinya merencanakan pembangunan jalan akses dan stasiun muat (loading station). Fasilitas ini akan dibangun di sekitar wilayah tambang PEB di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Infrastruktur tersebut akan menjadi aset milik RMKE. PEB memperoleh hak penggunaan jalan akses dan stasiun muat untuk mendukung kegiatan operasional pertambangan.
Selain pemanfaatan infrastruktur, PEB juga akan menjual produksi batubaranya kepada RMKE. Volume penjualan akan ditetapkan lebih lanjut melalui perjanjian definitif antara kedua perusahaan.
Untuk memperkuat efisiensi distribusi, RMKE turut menjajaki kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kolaborasi ini mencakup pengangkutan batubara dari area tambang PEB menuju pelabuhan.
Selama memanfaatkan infrastruktur yang dibangun RMKE, PEB juga sepakat menggunakan jasa pelabuhan milik perseroan untuk pengiriman dan penjualan batubara, baik kepada RMKE maupun kepada pihak lain.
Direktur Utama RMKE Vincent Saputra menyatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis bagi perseroan dalam memperluas layanan logistik batubara di Sumatera Selatan.
“PEB merupakan salah satu klien baru dari total lima klien baru yang akan terhubung dengan fasilitas logistik milik RMKE,” ujar Vincent dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (11 Maret 2026).
Vincent menambahkan peningkatan jumlah klien diharapkan mendukung target bisnis perusahaan. RMKE menargetkan volume jasa pengangkutan batubara mencapai 12,7 juta ton serta penjualan batubara sebesar 3,6 juta ton dengan opsi pembelian batubara di area tambang.
Direktur Utama PEB Maringan M. Ido Hotna Hutabarat menilai kolaborasi tersebut memberikan dukungan penting bagi operasional perusahaan.
“Sinergi dengan RMKE akan memastikan kelancaran alur distribusi batubara kami,” kata Maringan.


