Aksi Jual Saham DEWA Berlanjut di Tengah Isu Rebalancing MSCI dan Buyback Emiten
Pergerakan saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menjadi sorotan seiring aksi jual berkelanjutan oleh salah satu investor utama menjelang rebalancing indeks MSCI. Di sisi lain, perseroan juga merealisasikan program buyback saham dengan nilai signifikan, yang turut membentuk dinamika perdagangan saham DEWA di bursa.
Pergerakan saham DEWA di tengah aksi jual investor dan agenda rebalancing MSCI Indonesia(Sumber:Dewa)
Emitenhub.com - Aksi jual saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) oleh PT Andhesti Tungkas Pratama masih berlanjut, meskipun harga saham emiten kontraktor pertambangan Grup Bakrie tersebut tengah bergerak menguat di pasar.
Di saat bersamaan, Morgan Stanley Capital International (MSCI) dijadwalkan melakukan rebalancing indeks pada Februari 2026. Dalam proses penyesuaian tersebut, sejumlah saham berpeluang masuk ke dalam indeks MSCI Indonesia Small Cap, termasuk saham DEWA.
Andhesti Tungkas Pratama tercatat pertama kali menjadi pemegang saham Darma Henwa melalui skema debt to equity swap pada Februari 2025. Pada saat itu, perseroan mengonversi utang senilai Rp358,92 miliar menjadi saham DEWA melalui mekanisme private placement dengan harga pelaksanaan Rp75 per saham.
Rincian Transaksi Penjualan Saham DEWA
Aksi divestasi saham DEWA oleh Andhesti Tungkas Pratama mulai tercatat pada 21 November 2025. Berdasarkan laporan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan tersebut melepas 644,84 juta lembar saham Darma Henwa dengan harga pelaksanaan Rp416 per saham.
Transaksi tersebut menghasilkan dana segar sekitar Rp268,25 miliar bagi Andhesti Tungkas Pratama. Seiring pelepasan saham itu, porsi kepemilikan perusahaan di DEWA menyusut dari sebelumnya 4,78 miliar lembar saham atau 11,76% menjadi 4,14 miliar lembar saham yang setara dengan 10,18%.
Manajemen Darma Henwa menjelaskan bahwa divestasi 644,84 juta lembar saham DEWA oleh Andhesti Tungkas Pratama dilakukan dalam satu kali transaksi. Informasi tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi, dalam dokumen keterbukaan kepada BEI.
“Tujuan transaksi adalah divestasi saham dengan status kepemilikan saham langsung,” ujar Mukson, sebagaimana dikutip dalam keterbukaan informasi, Selasa (13/1/2026).
Pelepasan saham DEWA oleh Andhesti Tungkas Pratama kembali terjadi pada 28 November 2025. Dalam transaksi lanjutan tersebut, sebanyak 335,76 juta lembar saham dijual dengan harga Rp422 per saham.
Dari aksi tersebut, Andhesti Tungkas Pratama memperoleh dana segar sebesar Rp141,69 miliar. Kepemilikan saham perusahaan di Darma Henwa pun menyusut menjadi 3,80 miliar lembar atau setara dengan 9,35%.
Secara kumulatif, dua transaksi divestasi saham DEWA sepanjang November 2025 menghasilkan dana sekitar Rp409,95 miliar. Nilai tersebut melampaui dana Rp358,92 miliar yang sebelumnya digunakan Andhesti Tungkas Pratama untuk mengonversi utang Darma Henwa melalui private placement pada Februari 2025.
Perubahan Kepemilikan Saham Andhesti Tungkas Pratama
Sejak aksi penjualan pada November 2025, Andhesti Tungkas Pratama tercatat terus mengurangi kepemilikan saham Darma Henwa. Pelepasan saham tersebut berlanjut hingga mendekati agenda rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026.
Di tengah dinamika tersebut, riset Samuel Sekuritas menyoroti implikasi masuknya emiten ke dalam indeks MSCI Indonesia Small Cap. Kajian tersebut menyebutkan bahwa inklusi indeks dapat meningkatkan visibilitas saham di kalangan investor global, meskipun potensi arus dana asing dinilai lebih terbatas dibandingkan dengan kategori MSCI Global Standard.
Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 9 Januari 2026 menunjukkan Andhesti Tungkas Pratama masih menggenggam 3,25 miliar lembar saham DEWA. Jumlah tersebut merepresentasikan kepemilikan sekitar 7,99% di Darma Henwa.
Sebagai perbandingan, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Oktober 2025, Andhesti Tungkas Pratama sebelumnya tercatat memiliki 4,78 miliar lembar saham DEWA atau setara dengan 11,76%.
Sejak pertama kali masuk sebagai pemegang saham Darma Henwa dengan porsi di atas 5% pada Februari 2025, Andhesti Tungkas Pratama tercatat tidak melakukan transaksi apa pun hingga mulai mengurangi kepemilikan saham DEWA pada November 2025. Perubahan tersebut menandai awal aksi divestasi saham emiten kontraktor pertambangan Grup Bakrie tersebut.
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek mencatat kepemilikan Andhesti Tungkas Pratama di saham DEWA turun menjadi 3,80 miliar lembar saham atau setara dengan 9,33% per 30 November 2025.
Porsi kepemilikan tersebut kembali menyusut menjadi 3,47 miliar lembar saham atau 8,54% per 31 Desember 2025. Penurunan berlanjut hingga posisi 9 Januari 2026, saat Andhesti Tungkas Pratama tercatat menggenggam 3,25 miliar lembar saham DEWA atau setara dengan 7,99%.
Pergerakan harga saham Darma Henwa menunjukkan volatilitas tinggi
Di lantai bursa, saham DEWA dibuka pada level Rp780 per lembar pada perdagangan Selasa (13/1/2026), setelah sebelumnya ditutup di posisi Rp790 per lembar.
Memasuki pukul 09.05 WIB, pergerakan saham DEWA terpantau berfluktuasi dan sempat melemah hingga menyentuh level Rp765 per lembar. Dua menit berselang, pada pukul 09.07 WIB, saham DEWA kembali berada di posisi Rp775 per lembar, dengan penguatan 85 poin atau 12,32% secara year-to-date (YtD) 2026.
Dalam periode enam bulan terakhir, saham DEWA tercatat melonjak 600 poin atau 342,86%. Secara tahunan, kenaikan mencapai 664 poin atau setara dengan 598,20%, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp32,14 triliun.
Terkait aktivitas korporasi, Darma Henwa telah merealisasikan program pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai mendekati Rp430 miliar hingga awal tahun ini.
Mukson Arif Rosyidi, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Darma Henwa, menyampaikan bahwa transaksi buyback saham yang telah dilaksanakan oleh DEWA.
Darma Henwa melaporkan telah merealisasikan pembelian kembali saham sebanyak 372.093.023 lembar pada 10 Desember 2025. Jumlah tersebut setara dengan 0,91% dari total saham DEWA yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan harga rata-rata pembelian Rp430 per saham dan nilai transaksi mencapai Rp159.999.999.890 atau sekitar Rp159,99 miliar.
Aksi buyback saham kembali dilanjutkan pada 6 Januari 2026. Dalam transaksi tersebut, DEWA membeli sebanyak 418.604.651 lembar saham atau setara dengan 1,03% dari jumlah saham perseroan yang tercatat di BEI.
Pada transaksi buyback kedua ini, harga rata-rata pembelian tercatat lebih tinggi, yakni Rp645 per saham. Total nilai transaksi mencapai Rp269.999.999.895 atau sekitar Rp269,99 miliar.
Secara akumulatif, Darma Henwa telah menggelontorkan dana sebesar Rp429,99 miliar untuk program pembelian kembali saham. Dana tersebut digunakan untuk membeli 790,69 juta lembar saham perseroan.
Dengan realisasi tersebut, DEWA telah menyerap sekitar 45,26% dari total alokasi dana buyback yang ditetapkan sebesar Rp950 miliar. Jumlah itu merupakan penyesuaian dari rencana awal buyback saham yang sebelumnya mencapai Rp1,66 triliun.


