Saham

JRPT Perpanjang Buyback Saham Tiga Bulan, Siapkan Dana Rp50 Miliar

PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) memperpanjang periode pembelian kembali saham selama tiga bulan dengan dana Rp50 miliar. Aksi ini melanjutkan buyback sebelumnya di tengah volatilitas pasar dan pelemahan IHSG.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Gedung Jaya Real Property Tbk JRPT emiten properti

Gedung Jaya Real Property Tbk JRPT emiten properti (Foto:JRPT)

Emitenhub.com - PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) memutuskan memperpanjang periode pembelian kembali saham (share buyback) selama tiga bulan ke depan dengan dana yang disiapkan sebesar Rp50 miliar.

Aksi buyback ini pertama kali diumumkan pada Oktober 2025 sebagai respons atas surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 17 September 2025 terkait kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan sebagaimana diatur dalam POJK 13/2023. Periode buyback sebelumnya telah berakhir dan kini kembali diperpanjang.

Kebijakan perpanjangan buyback tersebut berkaitan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,26 persen pada periode 25 Agustus hingga 11 September, disertai aksi jual bersih investor asing senilai Rp9,25 triliun dalam rentang waktu yang sama.

“Atas dasar pertimbangan tersebut, perseroan berencana melakukan pembelian kembali saham,” ujar Wakil Direktur Utama Jaya Real Property Yohannes Henky Wijaya melalui keterbukaan informasi, Rabu (14/1/2026).

Untuk perpanjangan buyback kali ini, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp50 miliar dengan target penyerapan hingga 47,6 juta saham. Manajemen tidak menyebutkan batas harga secara eksplisit, namun nilai maksimal pembelian diperkirakan berada di kisaran Rp1.050 per saham berdasarkan dana yang dialokasikan dan jumlah saham yang ditargetkan.

Sebelumnya, pada Oktober 2025, Jaya Real Property menyiapkan dana Rp100 miliar untuk pelaksanaan buyback saham. Dalam periode 13 Oktober 2025 hingga 12 Januari 2026, perseroan telah membeli kembali 22,4 juta saham JRPT dengan harga rata-rata Rp958 per saham, sehingga total dana yang terserap mencapai Rp58,9 miliar.

Manajemen menegaskan aksi buyback tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan perseroan, termasuk posisi likuiditas. Dalam penjelasannya, Yohannes menyebut laba bersih per saham diperkirakan meningkat dari Rp70,07 menjadi Rp70,61 seiring berkurangnya jumlah saham beredar.

Pada penutupan perdagangan sore ini, saham JRPT ditutup menguat 1,4 persen ke level Rp1.065. Sepanjang tahun 2025, harga saham emiten properti yang berbasis di Bintaro tersebut tercatat menguat hampir 40 persen.

Iklan