Pemilik Saham BIPI 2026: Struktur Lengkap Pemegang Saham Astrindo Nusantara
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk merupakan emiten energi yang kini fokus pada bisnis batu bara dan infrastruktur pendukungnya. Pengendali saham BIPI tercatat PT Indotambang Perkasa, dengan penerima manfaat akhir berada di bawah Konsorsium Halim Jusuf.
Struktur pemegang saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk BIPI
Siapa pemilik saham BIPI? PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) adalah perusahaan yang bergerak di sektor energi, dengan usaha utama di bidang infrastruktur energi terintegrasi.
Perusahaan ini berdiri pada 2007 dengan nama PT Macau Oil Engineering and Technology, dan sempat bergerak di bidang produksi minyak dan gas di lapangan Bangkudulis, Kalimantan Timur, bekerja sama dengan PT Pertamina EP.
Saat ini, perseroan mengalihkan fokus bisnis ke komoditas batu bara. Mengacu pada laman resmi Astrindo Nusantara Infrastruktur per 1 Oktober 2025, BIPI memiliki empat anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.
Keempat entitas tersebut menyediakan layanan penyewaan infrastruktur pertambangan batu bara, termasuk pelabuhan dan fasilitas penghancur, pengembangan jaringan infrastruktur batu bara, hingga kegiatan produksi atau eksploitasi batu bara.
Wilayah operasional perseroan mencakup Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, serta Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Seiring perkembangan tersebut, struktur kepemilikan saham BIPI menjadi perhatian investor. Mengacu pada data yang tercantum di laman Bursa Efek Indonesia, berikut komposisi kepemilikan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk saat ini.
Siapa Pemilik Saham BIPI?
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek, pengendali saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) tercatat PT Indotambang Perkasa. Entitas tersebut menguasai sebanyak 12,35 miliar saham atau setara 19,39 persen dari total saham perseroan.
Berikut daftar pemegang saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berdasarkan laporan registrasi pemegang efek:
PT Indotambang Perkasa: 12,35 miliar saham atau 19,39 persen (pengendali)
CGS-CIMB Securities: 11,39 miliar saham atau 17,89 persen
PT KB Valbury: 3,23 miliar saham atau 5,07 persen
Michael Wong (direksi): 9,90 juta saham atau 0,02 persen
Masyarakat (non-warkat): 36,71 miliar saham atau 57,63 persen
Sementara itu, penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham BIPI tercatat berada di bawah Konsorsium Halim Jusuf, seorang pebisnis Indonesia dengan rekam jejak di bidang keuangan dan investasi.
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia pada 11 Februari 2010. Pada penawaran umum perdana tersebut, perseroan melepas 11,50 miliar saham atau setara 38,24 persen dari total modal disetor dengan harga penawaran Rp140 per saham.
Melalui aksi IPO tersebut, BIPI menghimpun dana segar dari investor sebesar Rp1,61 triliun. Pada perdagangan Rabu (1/10/2025), harga saham BIPI ditutup di level Rp99 per saham, dengan kinerja sebulan terakhir mencatatkan kenaikan 19,28 persen.
Jika ditarik dalam periode yang lebih panjang, harga saham BIPI tercatat naik 26,92 persen dalam enam bulan terakhir. Sementara secara year to date, pertumbuhan harga saham perseroan berada di level 15,12 persen.
Demikian gambaran singkat mengenai kepemilikan saham dan perjalanan pasar PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).


