Saham

GPSO Siapkan Akuisisi Rp700 Miliar Aset Tjokro Group, Bidik Integrasi Hulu–Hilir

PT Geoprima Solusi Tbk merencanakan akuisisi tiga entitas dan aset strategis milik Tjokro Group dengan nilai sekitar Rp700 miliar. Aksi ini diarahkan untuk membangun integrasi bisnis hulu–hilir sekaligus memperkuat pendapatan berulang dari pengelolaan aset.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Rencana akuisisi GPSO atas aset dan entitas bisnis Tjokro Group

Rencana akuisisi GPSO atas aset dan entitas bisnis Tjokro Group (GPSO)

Emitenhub.com - Rencana ekspansi anorganik tengah disiapkan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melalui pengambilalihan aset dan entitas usaha milik Tjokro Group, sebagai bagian dari langkah memperkuat basis bisnis manufaktur perseroan.

Nilai transaksi yang diestimasi mendekati Rp700 miliar tersebut mencakup rencana akuisisi hingga 99,9% saham pada tiga perusahaan manufaktur komponen.

Adapun entitas yang menjadi target akuisisi meliputi PT Pulogadung Tempajaya (PTJ), PT Tjokro Bersaudara Komponenindo (TBK), dan PT Jakarta Marten Logamindo (JML), dengan proses awal ditandai penandatanganan Kesepakatan Induk pada 20 Januari 2026.

Kesepakatan tersebut dilakukan bersama PT Morita Tjokro Gearindo (MTG), PT Tjokro Bersaudara Cikarangindo (TBC), dan PT Jaya Indah Casting (JIC). Manajemen GPSO menyampaikan rincian rencana akuisisi ini sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen menilai aksi korporasi tersebut akan berdampak langsung terhadap kinerja keuangan perseroan, dengan ekspektasi peningkatan laba yang lebih kuat, sehingga membuka ruang bagi potensi pembagian dividen yang lebih besar kepada pemegang saham ke depan.

Manajemen GPSO menyatakan konsolidasi ini diarahkan untuk memperkuat posisi perseroan dalam rantai pasok industri, sehingga mampu berperan sebagai salah satu pemain utama dengan struktur bisnis yang lebih solid.

Keunggulan operasional dinilai menjadi manfaat utama dari akuisisi tersebut. PTJ, TBK, dan JML memiliki rekam jejak panjang di industri fabrikasi komponen, didukung basis pelanggan tetap serta pemanfaatan teknologi dan sistem produksi yang telah mapan.

Selain sektor manufaktur, perseroan juga membidik sumber pendapatan berulang melalui pengelolaan aset. GPSO berencana menguasai hak pengelolaan tanah dan bangunan pabrik di kawasan Jababeka dan EJIP, yang ditargetkan menghasilkan pendapatan sewa dengan kisaran rental rate 5% hingga 10%.

Integrasi bisnis hulu hingga hilir menjadi bagian dari agenda transformasi GPSO. Tjokro Group dikenal sebagai salah satu produsen komponen terbesar di dalam negeri, dan melalui akuisisi ini GPSO akan berperan sebagai induk usaha yang mengelola bisnis terintegrasi, mulai dari proses forging hingga heat treatment.

Dalam aspek pendanaan, GPSO masih mengkaji sejumlah opsi yang dinilai paling optimal untuk merealisasikan rencana akuisisi. Alternatif yang dipertimbangkan antara lain mekanisme share swap melalui inbreng saham dalam skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue, serta penggunaan instrumen utang lainnya.

Perseroan menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia. Penilaian kewajaran transaksi akan dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik yang independen, dengan tujuan meningkatkan eksposur GPSO sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Iklan