Rights Issue INET Rp3,2 Triliun Oversubscribed, Dana Dipakai Ekspansi Fiber & WiFi 7
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk mencatat kelebihan permintaan dalam pelaksanaan rights issue senilai Rp3,2 triliun, dengan 99,3% HMETD dieksekusi pemegang saham. Dana hasil aksi korporasi ini akan difokuskan untuk ekspansi jaringan fiber, pengembangan WiFi 7, serta penguatan infrastruktur digital melalui anak usaha.
Rights issue INET oversubscribed untuk ekspansi jaringan fiber dan WiFi 7 (Foto:INET)
Emitenhub.com - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat kelebihan permintaan dalam pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan nilai mencapai Rp3,2 triliun.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyampaikan bahwa tingkat partisipasi pemegang HMETD sangat tinggi, dengan 99,3% pemegang hak tercatat telah melaksanakan haknya dalam aksi korporasi tersebut.
Sisa 0,7% HMETD yang tidak dilaksanakan justru diserap melalui pemesanan tambahan, dengan dana yang masuk tercatat mencapai 52 kali lipat dari jumlah saham yang tersedia.
Dengan kondisi tersebut, rights issue INET berstatus oversubscribed. Arif menyampaikan bahwa tingginya minat pemegang saham mencerminkan kepercayaan investor terhadap strategi jangka panjang WIFI serta komitmen perseroan dalam membangun infrastruktur digital yang terjangkau di Indonesia.
Dalam aksi rights issue tersebut, INET menawarkan sebanyak 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Dana yang dihimpun akan dialokasikan untuk ekspansi jaringan serta kebutuhan modal kerja INET dan entitas afiliasinya.
Manajemen INET menyatakan pendanaan melalui rights issue ini ditujukan untuk mendukung pencapaian target kinerja jangka panjang perseroan.
Mengacu pada prospektus, sebesar Rp2,94 triliun dari total dana hasil rights issue akan disalurkan sebagai setoran modal kepada anak usaha baru, PT Garuda Prima Internetindo (GPI).
Dana setoran modal tersebut akan digunakan GPI untuk pengembangan jaringan fiber to the home dengan teknologi WiFi 7, yang ditargetkan menjangkau sekitar 2 juta pelanggan di wilayah Bali dan Lombok.
Selain itu, sebesar Rp215,38 miliar dialokasikan kepada anak usaha INET lainnya, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), untuk pelunasan biaya Indefeasible Right of Use (IRU) jaringan kabel bawah laut. Adapun sisa dana rights issue akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.


