Saham

BNBR Gelar Rights Issue 90 Miliar Saham, Dilusi Bisa Tembus 33%

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menerbitkan hingga 90 miliar saham baru melalui PMHMETD dengan potensi dilusi maksimal 33,33%. Aksi ini ditujukan untuk memperbaiki struktur permodalan dan menurunkan rasio utang secara signifikan.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
BNBR rencana rights issue dan potensi dilusi kepemilikan saham

Ilustrasi saham BNBR dan aksi rights issue dengan penerbitan hingga 90 miliar saham baru(Foto:BNBR)

Emitenhub.com - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) merencanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dengan menerbitkan hingga 90 miliar saham baru Seri E. Aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan pemegang saham hingga maksimal 33,33%.

Manajemen BNBR menyampaikan bahwa rencana rights issue tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Februari 2026.

Dana hasil penerbitan saham baru dengan nilai nominal Rp12 per saham akan dialokasikan untuk pembayaran kewajiban perseroan dan entitas anak, serta mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha. Salah satu fokus penggunaan dana mencakup optimalisasi aset jalan tol yang dikelola PT Cimanggis Cibitung Tollways.

Baca Juga : Right Issue Bisa Menggerus EPS? Ini Cara Menghitung Dilusi Saham Secara Nyata

Manajemen menilai PMHMETD diperlukan untuk memperbaiki struktur permodalan perseroan setelah pengambilalihan aset strategis. Langkah ini diarahkan untuk menyehatkan kembali posisi keuangan BNBR.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen menyebut rasio pinjaman terhadap total aset diproyeksikan turun dari 84,28% menjadi 67,9%. Sementara itu, rasio utang terhadap ekuitas diperkirakan menyusut signifikan dari 536,02% menjadi 211,57% setelah aksi korporasi ini terlaksana.

Di sisi lain, peningkatan jumlah saham beredar menjadi perhatian pasar. Perseroan mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam PMHMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 33,33% pascarealisasi rights issue.

Adapun ketentuan final terkait harga pelaksanaan serta jumlah saham yang akan diterbitkan akan ditetapkan dalam prospektus setelah pernyataan pendaftaran memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Iklan